SAMBUTAN KETUA PELAKSANA PKKMB FIB UB TERAS BUDAYA 2025 Pembukaan PKKMB “Teras Budaya FIB UB 2025 – ARUNA KARSA”

    SAMBUTAN KETUA PELAKSANA PKKMB FIB UB TERAS BUDAYA 2025 Pembukaan PKKMB “Teras Budaya FIB UB 2025 – ARUNA KARSA” Lapangan Parkir Atsiri UB. Kamis, 14 Agustus 2025 PKKMB Teras Budaya FIB UB 2025 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, Rahayu, Berkah Dalem, Yang saya hormati: Dekan Fakultas Ilmu Budaya Para Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya Para Ketua dan Sekretaris Departemen,  Ketua Program Studi, pimpinan unit dan tenaga kependidikan FIB Segenap Dosen dan Tendik FIB Seluruh panitia pelaksana Teras Budaya 2025 Dan yang saya kasihi, mahasiswa baru Fakultas Ilmu Budaya, ARUNA KARSA 17 . Selamat pagi! Pada pagi hari ini layak kita mengucap syukur kepada Tuhan yang Mahaesa, sebab kita masih diberi rahmat kesehatan dan berkat kehidupan, sehingga kita sepagi ini dapat berkumpul di lapangan parkir Atsiri, untuk menjalani giat PKKMB Teras Budaya 2025. Tatkala Kaprodi saya, Mas Doni, memberi tahu bahwa saya telah dipili...

Peziarah Tanpa Iman

Peziarah Tanpa Iman
*untuk Martasudjita

Beratus-ratus purnama aku merenungkan
dan pada malam yang itu aku meyakini
Kutanggalkan jubah kebesaran itu
untuk mengarungi samudera tanpa cakrawala

Bukan pada lubang di antara selangkang
Bukan pula demi uang yang bergelimang
Tetapi mengikuti kata hati sanubari
yang senantiasa bergema pada tiap sudut raga

Aku ini peziarah
tanpa iman
tanpa kepercayaan
tanpa tongkat pegangan
Hanya mengikuti bisikan nurani
penuh kesadaran dan kebebasan

Aku ini roh merdeka
yang tak mengimani surga
pula tak percaya neraka
Aku ini roh merdeka
yang narima ing pandum
Menjawab “ya” pada hidup
dengan segala konsekuensinya

Dengan kegairahan ini aku memilih mati di atas Teater Arena
dan bukannya mangkat dengan hormat di pastoran Gereja
Engkau takkan mengerti dan memahami jiwa kami
Engkau takkan mengerti dan memahami keputusan ini
Takkan pernah,
sebab kauberada di atas menara gading yang kuning
dan kepadamu semua lutut bertelut

Cawan yang tersaji di hadapanku telah kutenggak habis
Tubuh dan darahku telah tercurah di atas panggung teater itu
Semuanya telah menjadi persembahan yang sempurna
bagi hidup serta kematian yang mengikutinya
Sekiranya engkau harus menjadi kematian kecilku
jadilah!

Dan kalian,
jangan ikuti jejakku!
Buatlah jejakmu sendiri...

Tepi Jakal, 20 Mei 2012
Padmo “Kalong Gedhe” Adi

Comments