SINTA

SINTA Pada waktu SMA dulu Guru Sastra Inggris kami mengajak kami menonton film berjudul Dead Poets Society . Ada kata-kata dari film itu yang hingga kini masih terngiang di kepalaku. Bahkan, kata-kata itu pernah menjadi motto hidupku sewaktu remaja. Carpe diem . Seize the day . Bagaimana ya menerjemahkannya dalam Bahasa Indonesia? “Jangan sia-siakan hari ini,” mungkin begitu ya? Pada waktu itu punya motto dalam bahasa asing, apalagi Bahasa Latin, rasanya keren. Aku bikin stiker skotlet bertuliskan “ CARPE DIEM ” dengan warna merah mencolok, lalu aku tempelkan pada bagian samping belakang motor bebekku. Sejujurnya, waktu itu aku tidak begitu paham apa maksud dari kata-kata tersebut. Mengapa kita harus seize the day , di saat hari-hari berjalan dengan lambat sekali; masih ada esok hari, bukan? Yah... aku memakainya semata-mata karena keren saja. Maklumlah, anak remaja yang masih mencari jati diri. Kalau orang tanya, apa motto hidupku, dengan bangga aku akan menjawab, “Carpe diem,” lalu o...

Pada Sudut Ketiak Malam


Pada Sudut Ketiak Malam


ribuan malam kuarungi
ribuan malam kuselami
sekadar menemukan tuhan
pada sudut ketiak malam
namun kala fajar tiba
dan lonceng gereja bergema
yang kujumpai hanya setan

mungkin caraku salah
harus segera kuhentikan
mencari tuhan
pada sudut ketiak malam

tidur malam bangun pagi
adalah cara yang baik
seperti waktu di seminari
mencari tuhan waktu pagi
lelap pada sudut ketiak malam

lelap di malam hari
dan bangun pagi hari
adalah puncak kebijaksanaan
di sana pasti ada tuhan

tepi Jakal, 07 Juni 2012
Padmo Adi

Comments