DI TEPI BRANTAS AKU DUDUK DAN MENANGIS

DI TEPI BRANTAS AKU DUDUK DAN MENANGIS   Gapura Besar sisi barat kota Surakarta. Foto dokumentasi pribadi. Surakarta... Surakarta... izinkan aku mengirimkan rinduku padamu... lewat kurir atau tukang pos... atau mungkin sekadar lewat Whatsapp Story . Kapan-kapan nanti aku kembali naik jip tua. Tolong jangan engkau tutup warung rica-rica! Surakarta... bagiku engkau adalah Mekkah atau Yerusalem atau Roma... bengawanmu adalah Sungai Gangga ... adalah Sungai Yordan tempat Yochanan membaptis Yashua! Aku tidak peduli bahwa para ningratmu rebutan kuasa hampa... aku pun tidak peduli bahwa di dalammu kini bersembunyi pria Sala yang pernah berkuasa... lalu pagar rumahnya menjelma tembok ratapan tempat orang berziarah mengunggah asa dan doa... selama engkau membuka warung rica-rica, aku akan senantiasa pulang kembali ke pelukanmu, Surakarta. Sebab, aku percaya bahwa sate jamumu lebih bergizi daripada makan siang basi yang disantap siswa-siswi. Gizi macam apa yang bisa diharapkan dari boga ...

PERPISAHAN


Perpisahan
*untuk angkatan 25 FTW-USD
angkatan 25 FTW-USD


Empat tahun terasa cepat.
Terima kasih atas kebersamaan yang dahsyat.
Maaf, dulu aku mengawali laisasi.
Maaf pula, tadi tak sempat bantu siapkan pesta ini.
Angkat gelas! Perjamuan yang memesona.
Tubuh dan darah yang istimewa.
Sampai jumpa, kelak kita 'kan bersua.
Angkat kembali gelas! Goyangkan kaki seturut irama,
sampai lonceng completorium tiba.

12 Juni 2012
Padmo Adi

Comments