GATOTKOCO

 GATOTKOCO * *Dimuat dalam buku kumpulan Puisi Menolak Korupsi #10 MBGendam Aku melihat seorang aki-aki menari dia tergila-gila ingin tinggal di istana Dijanjikannya makan pesta tiap hari semua turut menari dan bergembira Dikabulkanlah renjana yang sudah menahun Dia kelilingi dirinya dengan para pria rupawan Dibelinya segala mainan perang-perangan Dia kira dia macan yang bikin orang tertegun Oh... lihat! Lihatlah! Aki-aki itu bicara besar diselingi nyinyir bibir nyenyenye lalu berteriak, "Hidup Pria Solo!" kemudian meradang, "Hai, (p)antek-(p)antek asing!" Aih... lihat! Lihatlah! Ribuan anak muntah habis makan nasi jatah Serambi Mekah masih diselimuti lumpur basah Sembilan belas juta tak jua terbuka Tujuh belas trilyun demi gabung Bangsa Wahyu 2:9 Ribuan orang dibatalkan giliran cuci darah Dan... uh... lihat! Lihatlah! Ada bocah akhiri diri tak punya ceban untuk buku Hongib tega lindas mati pemuda pekerja berjaket hijau Ndhas Kothak dapat jatah jaga proyek bangun k...

Kepada Tuhan

Kepada Tuhan

Bagaimana bisa aku berkata kepada-Mu,
ketika aku tak lagi bisa berdoa?
Sudah lupa aku syair lagu Kemuliaan...
Juga lupa aku cara memakai rosario...
Yang tersisa hanya Tanda Salib
dan tiga penggal kata,
Terima... kasih... Tuhan...

Sesubuh ini belum juga bisa aku tidur
aku mengingat-Mu
aku merenungkan-Mu
Kuingat kenangan-kenangan
ketika kita berdua duduk semeja
Saat itu,
aku punya seribu kata
untuk berdoa

Entah ke mana kata-kata itu...
Buku brevirku telah berdebu
Rosarioku berkarat dan lesu
Meski masih kubaca Sabda-Mu

Kini, sepagi ini...
izinkan aku menghadap-Mu
dengan tiga kata yang tersisa
Terima kasih, Tuhan

Sarang Kalong, 03.12, 23 Oktober 2012
Yohanes-Paulus Padmo

Comments