SEBUAH BINTANG JATUH DI ATAS MAKAM

SEBUAH BINTANG JATUH DI ATAS MAKAM * kepada N   Sebuah bintang jatuh di atas makam, pusara ayahnya jadi bunga yang segera layu remuk   dia dihancurkan rayu menawarkan cinta palsu oleh yang berseragam sang idaman mertua yang seharusnya menjaga tapi malah justru memperkosa melecehkan menghamili tanpa persetujuan dan tanpa pertanggungjawaban lalu membuatnya membunuh benihnya sendiri berkali-kali   yang melahirkan kebudayaan dipaksa mengugurkan janinnya demi kehormatan seseorang berseragam   dari atas makam itu api amarah bergelora membakar neraka membakar surga bumipun berkobar yang maya membara   keadilan diteriakkan seragam cokelat koyak jadi warna jingga di balik rangka baja   tapi kisah ini hanya simptom saja dari suatu kengerian yang terlanjur membanal   Jangan hanya menutupi vagina dengan dalih melindunginya Lalu menyalah-nyalahkannya ketika terluka. Tapi justru kita perlu memberadabkan penis-penis

TANAH SUCI

TANAH SUCI

Tanah Suciku
bukan Arab
bukan Kanaan
bukan Vatican
bukan Hindhustan
bukan Persia
bukan pula Tiongkok

Tanah Suciku
adalah Garudadwipa
adalah Indonesia
adalah Surakarta

di sanalah aku lahir dari rahim ibuku
di tanah itu ketuban yang menyelimutiku tumpah
di tanah itu ari-ari bungkusku ditanam
di sanalah keringatku menetes dan bersatu dengan tanah
menjadi padi
menjadi kebijaksanaan abadi
menjadi puisi
menjadi doa-doa syukur

Di dalam darahku mengalir darah ksatria
mengalir pula darah pujangga merdeka
yang melebur bersama darah petani desa
Dan, inilah perutusanku...
menjaga Tanah Suciku
menjaga Tanah Moyangku
hingga kelak aku kembali
ke pelukan rahim ibu pertiwi

Surakarta, 02 Oktober 2012
Padmo Adi 

Comments