DI TEPI BRANTAS AKU DUDUK DAN MENANGIS

DI TEPI BRANTAS AKU DUDUK DAN MENANGIS   Gapura Besar sisi barat kota Surakarta. Foto dokumentasi pribadi. Surakarta... Surakarta... izinkan aku mengirimkan rinduku padamu... lewat kurir atau tukang pos... atau mungkin sekadar lewat Whatsapp Story . Kapan-kapan nanti aku kembali naik jip tua. Tolong jangan engkau tutup warung rica-rica! Surakarta... bagiku engkau adalah Mekkah atau Yerusalem atau Roma... bengawanmu adalah Sungai Gangga ... adalah Sungai Yordan tempat Yochanan membaptis Yashua! Aku tidak peduli bahwa para ningratmu rebutan kuasa hampa... aku pun tidak peduli bahwa di dalammu kini bersembunyi pria Sala yang pernah berkuasa... lalu pagar rumahnya menjelma tembok ratapan tempat orang berziarah mengunggah asa dan doa... selama engkau membuka warung rica-rica, aku akan senantiasa pulang kembali ke pelukanmu, Surakarta. Sebab, aku percaya bahwa sate jamumu lebih bergizi daripada makan siang basi yang disantap siswa-siswi. Gizi macam apa yang bisa diharapkan dari boga ...

NATAL KALI INI

NATAL KALI INI

*untuk anak-anak SD Kanisius


Natal kali ini tidak akan ada pohon cemara dengan lampu-lampunya
sebab di sudut lain dunia ini banyak keluarga melewatkan malam dalam gulita
Natal kali ini tidak akan ada kado mainan dari Santa Klaus yang bijaksana
sebab di sudut lain dunia ini banyak anak menghabiskan masa kecil dengan kerja


Yesus, Tuhanku, seorang Yahudi yang lahir di Bethlehem, kota Palestina
Yesus datang menawarkan damai dan cinta serta penghormatan manusia
Kelahiran-Nya diwarnai Herodes dengan kematian tragis bayi-bayi Palestina
dan ke Mesir, kota Firaun itu, Yesus mengungsi bersama ayah dan ibunya


Dari Mesir Yesus pulang ke Israel, ke Nazareth di Galilea
untuk belajar, merenungi kebijaksanaan klasik, dan berdoa
Kelak Dia turun ke Yudea mengajarkan damai dan cinta
ketika para manusia sudah lupa cara menghormati sesama


Maka, natal kali ini tidak akan ada kemabukan dan pesta pora
semuanya dibingkai dalam kebahagiaan dan syukur sederhana
karena kami masih hidup dan dapat berkumpul dengan keluarga
Tak lupa pula rasa setia kawan terhadap sesama yang menderita


Dan, natal kali ini kami memohon kepada Santa Klaus yang bijaksana
agar hadiah mainan yang kami minta diberikan pada anak yang papa
Serta berdoa kepada Tuhan agar dibimbing dalam belajar dan berkarya
sehingga dapat melakukan sesuatu yang berguna bagi sesama manusia


22 November 2012
Padmo Adi

Comments