SINTA

SINTA Pada waktu SMA dulu Guru Sastra Inggris kami mengajak kami menonton film berjudul Dead Poets Society . Ada kata-kata dari film itu yang hingga kini masih terngiang di kepalaku. Bahkan, kata-kata itu pernah menjadi motto hidupku sewaktu remaja. Carpe diem . Seize the day . Bagaimana ya menerjemahkannya dalam Bahasa Indonesia? “Jangan sia-siakan hari ini,” mungkin begitu ya? Pada waktu itu punya motto dalam bahasa asing, apalagi Bahasa Latin, rasanya keren. Aku bikin stiker skotlet bertuliskan “ CARPE DIEM ” dengan warna merah mencolok, lalu aku tempelkan pada bagian samping belakang motor bebekku. Sejujurnya, waktu itu aku tidak begitu paham apa maksud dari kata-kata tersebut. Mengapa kita harus seize the day , di saat hari-hari berjalan dengan lambat sekali; masih ada esok hari, bukan? Yah... aku memakainya semata-mata karena keren saja. Maklumlah, anak remaja yang masih mencari jati diri. Kalau orang tanya, apa motto hidupku, dengan bangga aku akan menjawab, “Carpe diem,” lalu o...

UNTUK ANAK KAMI

UNTUK ANAK KAMI

Nak, sekarang tanggal 14 Desember 2012
dua hari sejak fenomena 12-12-'12
Namun, engkau memilih lahir hari ini
bukan tepat pada tanggal fenomenal itu

Kemarin lusa banyak orang tua memaksa kehendaknya
agar anak mereka lahir tepat pada tanggal langka itu
Aku sendiri tak mampu membayangkan...
mungkin diurut...
atau mungkin dibedah rahimnya...

Lalu, kau tahu, Nak...
teman-temanmu yang masih merah
dan belum siap lahir itu
dimasukkan inkubator
sebagai ganti hangat rahim ibu
Sebuah harga yang dibayar
untuk lahir pada tanggal istimewa

Suatu hari nanti mereka mungkin akan bangga
dan kau pun akan bertanya-tanya,
mengapa kamu lahir dua hari setelahnya?
Apakah kami tak memiliki cukup uang
untuk sekadar membedah perut ibumu
dan mengangkatmu yang masih merah
untuk dimasukkan ke inkubator itu?
Tidak, Nak... kami memiliki cukup uang...

Lalu, mungkin kau pun akan bertanya
dari satu mengapa ke mengapa yang lain
sekadar untuk mendapat jawaban
mengapa kamu lahir dua hari setelahnya...

Nak...
memang engkau adalah darah daging kami
buah cinta kami
setelah manunggal jiwa-raga...
tapi kau bukan properti kami...
kau adalah pribadi
dan sebagai pribadi, engkau bebas
Kami tak ingin memaksakan kehendak
Kami biarkan alam mengambil bagiannya
biarlah engkau memilih kapan kau akan lahir
sebab, engkau lahir sebagai seorang merdeka

Anak kami...
selamat datang di dunia ini.

*untuk anak-anak yang lahir pada hari ini
Surakarta, 14 Desember 2012
Padmo Adi


Comments