DI TEPI BRANTAS AKU DUDUK DAN MENANGIS

DI TEPI BRANTAS AKU DUDUK DAN MENANGIS   Gapura Besar sisi barat kota Surakarta. Foto dokumentasi pribadi. Surakarta... Surakarta... izinkan aku mengirimkan rinduku padamu... lewat kurir atau tukang pos... atau mungkin sekadar lewat Whatsapp Story . Kapan-kapan nanti aku kembali naik jip tua. Tolong jangan engkau tutup warung rica-rica! Surakarta... bagiku engkau adalah Mekkah atau Yerusalem atau Roma... bengawanmu adalah Sungai Gangga ... adalah Sungai Yordan tempat Yochanan membaptis Yashua! Aku tidak peduli bahwa para ningratmu rebutan kuasa hampa... aku pun tidak peduli bahwa di dalammu kini bersembunyi pria Sala yang pernah berkuasa... lalu pagar rumahnya menjelma tembok ratapan tempat orang berziarah mengunggah asa dan doa... selama engkau membuka warung rica-rica, aku akan senantiasa pulang kembali ke pelukanmu, Surakarta. Sebab, aku percaya bahwa sate jamumu lebih bergizi daripada makan siang basi yang disantap siswa-siswi. Gizi macam apa yang bisa diharapkan dari boga ...

UNTUK ANAK KAMI

UNTUK ANAK KAMI

Nak, sekarang tanggal 14 Desember 2012
dua hari sejak fenomena 12-12-'12
Namun, engkau memilih lahir hari ini
bukan tepat pada tanggal fenomenal itu

Kemarin lusa banyak orang tua memaksa kehendaknya
agar anak mereka lahir tepat pada tanggal langka itu
Aku sendiri tak mampu membayangkan...
mungkin diurut...
atau mungkin dibedah rahimnya...

Lalu, kau tahu, Nak...
teman-temanmu yang masih merah
dan belum siap lahir itu
dimasukkan inkubator
sebagai ganti hangat rahim ibu
Sebuah harga yang dibayar
untuk lahir pada tanggal istimewa

Suatu hari nanti mereka mungkin akan bangga
dan kau pun akan bertanya-tanya,
mengapa kamu lahir dua hari setelahnya?
Apakah kami tak memiliki cukup uang
untuk sekadar membedah perut ibumu
dan mengangkatmu yang masih merah
untuk dimasukkan ke inkubator itu?
Tidak, Nak... kami memiliki cukup uang...

Lalu, mungkin kau pun akan bertanya
dari satu mengapa ke mengapa yang lain
sekadar untuk mendapat jawaban
mengapa kamu lahir dua hari setelahnya...

Nak...
memang engkau adalah darah daging kami
buah cinta kami
setelah manunggal jiwa-raga...
tapi kau bukan properti kami...
kau adalah pribadi
dan sebagai pribadi, engkau bebas
Kami tak ingin memaksakan kehendak
Kami biarkan alam mengambil bagiannya
biarlah engkau memilih kapan kau akan lahir
sebab, engkau lahir sebagai seorang merdeka

Anak kami...
selamat datang di dunia ini.

*untuk anak-anak yang lahir pada hari ini
Surakarta, 14 Desember 2012
Padmo Adi


Comments