KATA-KATA KOTA

  KATA-KATA KOTA   Seorang penyair duduk di bangku taman. Puisi dia tak pernah berhasil jadi nasi. Akan tetapi, dia senantiasa mendengarkan kata-kata kota, yang dia suling jadi aforisma. Ah, sedih sekali jadi warga negeri ini. Namun... ya, hidup harus terus diselesaikan.   Singosari, 30 Desember 2025 Padmo Adi

BERUBAH MENJADI WAJAHMU

BERUBAH MENJADI WAJAHMU

Kuambil sepiring nasi
lengkap dengan sayur
serta tempe sebagai lauknya
lalu menyalakan televisi kembali
sekadar sambilan aku makan

Namun, segera kumatikan kembali
Kali ini bukan karena muak dengan berita
tapi aku mengutuki diriku yang mungkin gila
Wajah news anchor itu berubah menjadi wajahmu

(Haruskah aku berlari memeluk televisi itu?
atau membeli pulsa dan segera meneleponmu?
atau kembali menempuh 500 kilometer berikutnya?)


*untuk Kartika Indah Prativi
30 Januari 2013
Padmo Adi

Comments