DI TEPI BRANTAS AKU DUDUK DAN MENANGIS

DI TEPI BRANTAS AKU DUDUK DAN MENANGIS   Gapura Besar sisi barat kota Surakarta. Foto dokumentasi pribadi. Surakarta... Surakarta... izinkan aku mengirimkan rinduku padamu... lewat kurir atau tukang pos... atau mungkin sekadar lewat Whatsapp Story . Kapan-kapan nanti aku kembali naik jip tua. Tolong jangan engkau tutup warung rica-rica! Surakarta... bagiku engkau adalah Mekkah atau Yerusalem atau Roma... bengawanmu adalah Sungai Gangga ... adalah Sungai Yordan tempat Yochanan membaptis Yashua! Aku tidak peduli bahwa para ningratmu rebutan kuasa hampa... aku pun tidak peduli bahwa di dalammu kini bersembunyi pria Sala yang pernah berkuasa... lalu pagar rumahnya menjelma tembok ratapan tempat orang berziarah mengunggah asa dan doa... selama engkau membuka warung rica-rica, aku akan senantiasa pulang kembali ke pelukanmu, Surakarta. Sebab, aku percaya bahwa sate jamumu lebih bergizi daripada makan siang basi yang disantap siswa-siswi. Gizi macam apa yang bisa diharapkan dari boga ...

Media Itu Bernama Jembut

Media Itu Bernama Jembut

Sudah dengar berita terkini?
Tentang selebritis
(maaf saya tidak terima dia disebut artis)
yang dicekal karena nyimeng dan ngoplo itu?
Seluruh media memberitakannya...
mulai dari berita gosip panas terkini,

hingga media mainstream negeri ini

Informasi yang kita perlukan sudah cukup
tetapi kita malah dijejali dengan berita-berita yang tak penting
yang sang ayah tak terimalah
yang sang terduga harus tidur di lantailah
yang si lelaki belum tidur setelah shootinglah
yang si perempuan tak kuat ingin segera pulanglah
mendramatisasi
(mungkin lebih cocok 'menyinetronisasi')

Bayangkan jika yang terjerat kasus itu aku... atau kamu...
"Seorang penyair ditangkap saat sedang menenggak ciu"
itu pun pasti hanya menjadi berita pojok koran lokal setempat
yang halaman pertamanya hanya berisi berita pemerkosaan itu

Kita dialienasi dari diri kita sendiri
oleh media yang menjejali informasi
yang tidak mendesak dan penting

(Maka aku mematikan televisi
membuka facebook ini
dan menulis puisi... .
Sebuah satire?) 

30 Januari 2013
Padmo Adi

Comments