MALAM MURAM MASIH PANJANG

MALAM MURAM MASIH PANJANG   Musikalisasi puisi dengan suno.com. Kala Kegelisahan melanda Kala Mala melumat purnama Bulan Separuh Bayang! Bawa ... Bawa ... Bawa ... seru orang-orang   Siapa yang tahan mendengarnya?! Kata-katanya membual lalu menyembur laksana bisa   Itu Rahu! Siapa yang tahu?!   Mereka pukul lesung bertalu Wulandari akan kembali Asura tinggal kepala saja Wisnu ada bersama kita   Jika asura itu akhirnya mati atau jatuh dan tergelimpang Cahaya Bulan meraja di bumi Malam muram masih panjang!   Tuhan ... kasihanilah kami ...   Malang, 01 Agustus 2026 Padmo Adi

REGUKLAH HIDUP. RAYAKANLAH!

REGUKLAH HIDUP. RAYAKANLAH!
-Padmo Adi-

Aku ini seorang eksistensialis. Aku tidak melihat dari mana kamu berasal. Aku tidak melihat apa agamamu. Aku tidak melihat apa rasmu. Aku tidak melihat bagaimana silsilah keluargamu. Yang aku lihat adalah perbuatanmu. Dari perbuatanmu itu, aku mendeskripsikan siapa dirimu. Dan, dari perbuatanmu itu, aku memahami konsekuensi yang kamu tanggung.

Bung, kita terapung-apung di dalam samudera kebebasan. Tidak ada manual-book di dalam hidup ini. Sangkamu kalau kamu melakukan A, kamu akan mendapat B, dan hanya akan menanggung B? Tidak, Bung, kamu bisa saja mendapat X dan menanggung Z. Namun, keberanianmu di dalam menanggung segala konsekuensi dari perbuatanmu itulah yang aku apresiasi. Itu merupakan suatu "ya" pada hidup. Layaknya seorang ksatria yang hidup sebagai ksatria dan mati pula sebagai ksatria.

Reguklah hidup. Rayakanlah!

Comments