SAMBUTAN KETUA PELAKSANA PKKMB FIB UB TERAS BUDAYA 2025 Pembukaan PKKMB “Teras Budaya FIB UB 2025 – ARUNA KARSA”

    SAMBUTAN KETUA PELAKSANA PKKMB FIB UB TERAS BUDAYA 2025 Pembukaan PKKMB “Teras Budaya FIB UB 2025 – ARUNA KARSA” Lapangan Parkir Atsiri UB. Kamis, 14 Agustus 2025 PKKMB Teras Budaya FIB UB 2025 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, Rahayu, Berkah Dalem, Yang saya hormati: Dekan Fakultas Ilmu Budaya Para Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya Para Ketua dan Sekretaris Departemen,  Ketua Program Studi, pimpinan unit dan tenaga kependidikan FIB Segenap Dosen dan Tendik FIB Seluruh panitia pelaksana Teras Budaya 2025 Dan yang saya kasihi, mahasiswa baru Fakultas Ilmu Budaya, ARUNA KARSA 17 . Selamat pagi! Pada pagi hari ini layak kita mengucap syukur kepada Tuhan yang Mahaesa, sebab kita masih diberi rahmat kesehatan dan berkat kehidupan, sehingga kita sepagi ini dapat berkumpul di lapangan parkir Atsiri, untuk menjalani giat PKKMB Teras Budaya 2025. Tatkala Kaprodi saya, Mas Doni, memberi tahu bahwa saya telah dipili...

Kepada Perempuan


Tahukah engkau, wahai perempuan
bahwa kaubegitu menawan...
menawan hati dan pikiran
sehingga memaksaku untuk mengatakan...
‘aku cinta’?

Tapi, tahukah engkau, wahai perempuan
kata cinta yang kuucapkan kepadamu itu
dan yang kausambut dengan ‘ya’ dari bibirmu
bisa jadi adalah kesepahaman kautunduk padaku?
Engkaupun melakukan segala sesuatu
untuk membuatku tetap bergairah kepadamu
Gincu merah itu
Lulur mandi itu
Lingerie merah muda itu
Dan, di atas ranjang ini
kaubuat aku seakan-akan tunduk padamu
tanpa kausadari akulah yang telah menguasaimu

Sebagai lelaki
aku akan senang melihat perempuan cantikku hamil
lalu dengan bangga berkata pada dunia
bahwa akulah yang telah menghamilimu!
Aku akan senang memamerkanmu kepada teman-temanku
lalu dengan bangga berkata pada mereka
bahwa perempuan cantik itu adalah biniku!

Ah... perempuan...
aku bisa melakukan itu semua tanpa kausadari!
Lalu meninabobokanmu dengan kata ‘cinta’
sembari berbisik di telingamu ‘kau ayu’

Perempuan...
Perempuanku...
aku tidak ingin melakukan itu semua
Cinta tanpa rasa hormat adalah palsu!
Memang, sebagai lelaki aku sulit memahamimu,
kau yang begitu berbeda denganku
Itulah mengapa aku sering salah memperlakukanmu
dan menempatkanmu ke dalam cara pandangku
Sekarang, aku akan duduk diam...
mendengarkanmu menarasikan dunia
dari sudut pandang perempuanmu.

tepi Jakal, 27 Agustus 2013

Padmo Adi (@KalongGedhe)

Comments