SINTA

SINTA Pada waktu SMA dulu Guru Sastra Inggris kami mengajak kami menonton film berjudul Dead Poets Society . Ada kata-kata dari film itu yang hingga kini masih terngiang di kepalaku. Bahkan, kata-kata itu pernah menjadi motto hidupku sewaktu remaja. Carpe diem . Seize the day . Bagaimana ya menerjemahkannya dalam Bahasa Indonesia? “Jangan sia-siakan hari ini,” mungkin begitu ya? Pada waktu itu punya motto dalam bahasa asing, apalagi Bahasa Latin, rasanya keren. Aku bikin stiker skotlet bertuliskan “ CARPE DIEM ” dengan warna merah mencolok, lalu aku tempelkan pada bagian samping belakang motor bebekku. Sejujurnya, waktu itu aku tidak begitu paham apa maksud dari kata-kata tersebut. Mengapa kita harus seize the day , di saat hari-hari berjalan dengan lambat sekali; masih ada esok hari, bukan? Yah... aku memakainya semata-mata karena keren saja. Maklumlah, anak remaja yang masih mencari jati diri. Kalau orang tanya, apa motto hidupku, dengan bangga aku akan menjawab, “Carpe diem,” lalu o...

Di Depan Altar Ini

Di Depan Altar Ini
*untuk kawan-kawan yang sudah kawin

Di depan altar ini
kita berjalan beriringan
membawa lilin dan dupa wangi
serta roti dan anggur persembahan

Di depan altar ini
kita berjanji saling mencintai
di dalam susah atau senang
di dalam untung maupun malang

Di depan altar ini
kita saling memandangi
mulutku memagut mulutmu
setelah sang padri memberi berkat restu

Di depan altar ini
engkau membujur kaku
di dalam peti terbaring sendiri
dengan senyum meninggalkan aku

Januari 2009

Padmo Adi

Comments