SINTA

SINTA Pada waktu SMA dulu Guru Sastra Inggris kami mengajak kami menonton film berjudul Dead Poets Society . Ada kata-kata dari film itu yang hingga kini masih terngiang di kepalaku. Bahkan, kata-kata itu pernah menjadi motto hidupku sewaktu remaja. Carpe diem . Seize the day . Bagaimana ya menerjemahkannya dalam Bahasa Indonesia? “Jangan sia-siakan hari ini,” mungkin begitu ya? Pada waktu itu punya motto dalam bahasa asing, apalagi Bahasa Latin, rasanya keren. Aku bikin stiker skotlet bertuliskan “ CARPE DIEM ” dengan warna merah mencolok, lalu aku tempelkan pada bagian samping belakang motor bebekku. Sejujurnya, waktu itu aku tidak begitu paham apa maksud dari kata-kata tersebut. Mengapa kita harus seize the day , di saat hari-hari berjalan dengan lambat sekali; masih ada esok hari, bukan? Yah... aku memakainya semata-mata karena keren saja. Maklumlah, anak remaja yang masih mencari jati diri. Kalau orang tanya, apa motto hidupku, dengan bangga aku akan menjawab, “Carpe diem,” lalu o...

Nasi Sisa Semalam

Nasi Sisa Semalam

Ibu, aku lapar
Adakah yang bisa kumakan
sekadar mengganjal perut sepanjang pagi?

Ibu, aku mengerti
aku belum mampu bekerja sendiri
sehingga untuk sesuap nasi masih meminta

Ibu, adakah makan?
Semoga ini terakhir kali aku minta
dan hari ini aku bisa mencari nasiku sendiri





Nak, aku belum menanak pagi ini
Ibu juga belum membeli kebutuhan hari ini
Uang tiada, susah dicarinya
sementara harga semakin mahal saja
Namun, kalau engkau tak mengapa,
ada nasi sisa semalam di meja

Warung Susu Kayen, 06 Juli 2012

Padmo “Kalong Gedhe” Adi

Comments