MARIA GRAVIDA: Maria Kok Ngono?

  MARIA GRAVIDA Maria Kok Ngono?   Penampakan close up patung Maria Gravida. Dokumen pribadi. Salah satu contoh yang menarik pada fenomena hubungan agama dan seni adalah karya patung Maria Gravida. Karya tersebut menampilkan sosok Maria yang dalam keadaan hamil besar. Sebenarnya seni patung Maria Gravida bukanlah merupakan hal yang betul-betul baru; telah ditemukan seni patung Maria Gravida pada tahun 1400-an di Eropa. Namun demikian, patung yang menggambarkan perawan Maria tengah hamil besar itu adalah karya seni yang minoritas. Pada umumnya Gereja akan menggambarkan Bunda Maria sebagai seorang ratu (regina) yang gilang-gemilang. Pada beberapa karya, seperti patung Maria yang ada pada Gereja Lawang—Malang, Maria digambarkan sebagai sang Perempuan yang ada pada Kitab Wahyu. Baik Maria Regina ataupun Maria sebagai Perempuan Kitab Wahyu itu semua menggambarkan Maria yang “sukses” dan penuh kejayaan. Mudah bagi seorang Kristiani untuk berdevosi pada Maria yang menang itu. ...

Yatim

Yatim

Aku ini seorang anak yatim
Ayahku mati disantet orang
tapi dokter bilang itu tumor
Apapun, yang jelas ayahku mati

Ayahku dulu pegawai negeri
Jujur dia mengabdi kepada negara
Dengan teguh hati menolak korupsi
Siapa yang nyeleweng diganyangnya

Pernah ada seorang nepotis
Bertindak curang demi untung pribadi
Sudah tentu diganyang oleh ayahku
Penuh dendam, orang itu pun berlalu

Tak peduli di kota, tak peduli di desa
Bukan hanya di Jakarta, di pelosok pun ada
Ketidakjujuran dan kecurangan mengancam siapa saja
Tak peduli sudah sembahyang lima kali sehari,
atau tiap Minggu ke gereja

Konon kabarnya orang itu sakit hati
Tidak terima dengan hardik keras ayahku
Dikirimnya teluh untuk menumbangkan ayah
Dan kini... jadilah aku seorang yatim

Dahulu sempat ada seorang sakti sebenarnya
Melihat ular besar melilit paru-paru ayah,
dia tawarkan pengobatan dengan japa mantra
Tapi, bagi ayah yang seorang rasional sejati,
hanya dokter yang bisa menyelesaikan sakitnya
Atau... biarlah seorang perempuan menjadi janda
dan tiga bocah menjadi yatim

Dekat jenazah ayah, orang sakti itu berkata pada ibu,
supaya ibu menaruh segenggam beras pada peti itu
sehingga segala teluh yang menewaskan ayah kembali
Tapi, sebagaimana ayah, ibu ikhlas tak dendam hati
walau... kini dia seorang janda
dan suaminya takkan pernah kembali

Jabatan dan kedudukan
Harta melimpah dan kemakmuran
lebih mengagumkan dari kejujuran
lebih berharga dari pada sikap satria
Agama saleh tak ubahnya kedok semata
Sedangkan kata “Tuhan” telah hilang arti

Selamat datang di negaraku ini...
tanah di mana melimpah anak yatim
yang ayahnya hilang dan mati
hanya karena punya harga diri

tepi Jakal, 26 November 2013
Padmo Adi (@KalongGedhe)

Comments