SAMBUTAN KETUA PELAKSANA PKKMB FIB UB TERAS BUDAYA 2025 Pembukaan PKKMB “Teras Budaya FIB UB 2025 – ARUNA KARSA”

    SAMBUTAN KETUA PELAKSANA PKKMB FIB UB TERAS BUDAYA 2025 Pembukaan PKKMB “Teras Budaya FIB UB 2025 – ARUNA KARSA” Lapangan Parkir Atsiri UB. Kamis, 14 Agustus 2025 PKKMB Teras Budaya FIB UB 2025 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, Rahayu, Berkah Dalem, Yang saya hormati: Dekan Fakultas Ilmu Budaya Para Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya Para Ketua dan Sekretaris Departemen,  Ketua Program Studi, pimpinan unit dan tenaga kependidikan FIB Segenap Dosen dan Tendik FIB Seluruh panitia pelaksana Teras Budaya 2025 Dan yang saya kasihi, mahasiswa baru Fakultas Ilmu Budaya, ARUNA KARSA 17 . Selamat pagi! Pada pagi hari ini layak kita mengucap syukur kepada Tuhan yang Mahaesa, sebab kita masih diberi rahmat kesehatan dan berkat kehidupan, sehingga kita sepagi ini dapat berkumpul di lapangan parkir Atsiri, untuk menjalani giat PKKMB Teras Budaya 2025. Tatkala Kaprodi saya, Mas Doni, memberi tahu bahwa saya telah dipili...

Yatim

Yatim

Aku ini seorang anak yatim
Ayahku mati disantet orang
tapi dokter bilang itu tumor
Apapun, yang jelas ayahku mati

Ayahku dulu pegawai negeri
Jujur dia mengabdi kepada negara
Dengan teguh hati menolak korupsi
Siapa yang nyeleweng diganyangnya

Pernah ada seorang nepotis
Bertindak curang demi untung pribadi
Sudah tentu diganyang oleh ayahku
Penuh dendam, orang itu pun berlalu

Tak peduli di kota, tak peduli di desa
Bukan hanya di Jakarta, di pelosok pun ada
Ketidakjujuran dan kecurangan mengancam siapa saja
Tak peduli sudah sembahyang lima kali sehari,
atau tiap Minggu ke gereja

Konon kabarnya orang itu sakit hati
Tidak terima dengan hardik keras ayahku
Dikirimnya teluh untuk menumbangkan ayah
Dan kini... jadilah aku seorang yatim

Dahulu sempat ada seorang sakti sebenarnya
Melihat ular besar melilit paru-paru ayah,
dia tawarkan pengobatan dengan japa mantra
Tapi, bagi ayah yang seorang rasional sejati,
hanya dokter yang bisa menyelesaikan sakitnya
Atau... biarlah seorang perempuan menjadi janda
dan tiga bocah menjadi yatim

Dekat jenazah ayah, orang sakti itu berkata pada ibu,
supaya ibu menaruh segenggam beras pada peti itu
sehingga segala teluh yang menewaskan ayah kembali
Tapi, sebagaimana ayah, ibu ikhlas tak dendam hati
walau... kini dia seorang janda
dan suaminya takkan pernah kembali

Jabatan dan kedudukan
Harta melimpah dan kemakmuran
lebih mengagumkan dari kejujuran
lebih berharga dari pada sikap satria
Agama saleh tak ubahnya kedok semata
Sedangkan kata “Tuhan” telah hilang arti

Selamat datang di negaraku ini...
tanah di mana melimpah anak yatim
yang ayahnya hilang dan mati
hanya karena punya harga diri

tepi Jakal, 26 November 2013
Padmo Adi (@KalongGedhe)

Comments