SINTA

SINTA Pada waktu SMA dulu Guru Sastra Inggris kami mengajak kami menonton film berjudul Dead Poets Society . Ada kata-kata dari film itu yang hingga kini masih terngiang di kepalaku. Bahkan, kata-kata itu pernah menjadi motto hidupku sewaktu remaja. Carpe diem . Seize the day . Bagaimana ya menerjemahkannya dalam Bahasa Indonesia? “Jangan sia-siakan hari ini,” mungkin begitu ya? Pada waktu itu punya motto dalam bahasa asing, apalagi Bahasa Latin, rasanya keren. Aku bikin stiker skotlet bertuliskan “ CARPE DIEM ” dengan warna merah mencolok, lalu aku tempelkan pada bagian samping belakang motor bebekku. Sejujurnya, waktu itu aku tidak begitu paham apa maksud dari kata-kata tersebut. Mengapa kita harus seize the day , di saat hari-hari berjalan dengan lambat sekali; masih ada esok hari, bukan? Yah... aku memakainya semata-mata karena keren saja. Maklumlah, anak remaja yang masih mencari jati diri. Kalau orang tanya, apa motto hidupku, dengan bangga aku akan menjawab, “Carpe diem,” lalu o...

Gadis Itu Bernama “Angin Sepoi-sepoi”

Gadis Itu Bernama “Angin Sepoi-sepoi”

Aku tidak selalu merokok
Namun, jika aku merokok,
kupastikan itu tembakau asli
            dari tanah Nusantara
            dengan cengkeh tentu saja

Ini, kubawa sekeresek alusan
            dan sigaret
            beserta beberapa bungkus cengkeh
Tapi tak kunjung juga aku merokok
selalu saja gagal aku melintingnya

Angin sepoi-sepoi berhembus
            menertawakanku
Hadir di hadapanku gadis jelita
Tersenyum geli, diambilnya lintingan gagalku
Dengan lembut dilintingnya sigaret itu
Melirik kepadaku, dijilatnya di ujung
            lalu direkatkan dan diserahkan kepadaku
“‘Kau itu laki-laki, melinting saja tak bisa,” ejeknya

“Justru itu,” jawabku, “supaya aku bisa selalu
menghampirimu
setiap kali aku ingin melinting
tembakau alusan nusantara
            bercengkeh ini,” aku menggoda

“Tidak kaubeli saja rokok Amerika itu?” tanyanya
“Ah, hanya menjajah saja...
Lagi pula itu tembakau Amerika tak punya rasa.
            Juga tidak dijilat olehmu... ,”
                        aku terus menggoda

Gadis itu tersipu
Lalu lenyap jadi asap
Gadis itu bernama
“Angin Sepoi-sepoi”

tepi Jakal, 16 Maret 2014
Padmo Adi

Comments