MALAM MURAM MASIH PANJANG

MALAM MURAM MASIH PANJANG   Musikalisasi puisi dengan suno.com. Kala Kegelisahan melanda Kala Mala melumat purnama Bulan Separuh Bayang! Bawa ... Bawa ... Bawa ... seru orang-orang   Siapa yang tahan mendengarnya?! Kata-katanya membual lalu menyembur laksana bisa   Itu Rahu! Siapa yang tahu?!   Mereka pukul lesung bertalu Wulandari akan kembali Asura tinggal kepala saja Wisnu ada bersama kita   Jika asura itu akhirnya mati atau jatuh dan tergelimpang Cahaya Bulan meraja di bumi Malam muram masih panjang!   Tuhan ... kasihanilah kami ...   Malang, 01 Agustus 2026 Padmo Adi

NEGERI INI BUKANLAH MILIK KITA - Indonesia

NEGERI INI BUKANLAH MILIK KITA
Indonesia
*kepada Anak-Cucu

Wahai Anak-cucu, datanglah
‘Kan kukisahkan sebuah negeri
Tanahnya subur kaya melimpah
Tempat kita dilahirkan dan mati

Samudera biru luas membentang
Gunung-gunung tinggi menjulang
Langit lazuardi gilang-gemilang
Emas permata banyak tak terbilang

Di sini, di tanah ini kita dilahirkan
Di sini, di tanah ini kita dikuburkan
Keringat kita tercurah di atasnya
Darah kita tertumpah menyuburkannya

Akan tetapi, Anak-cucu, dengarlah
Negeri ini bukanlah milik kita
Negeri ini hanya milik yang kaya
Kita hanya menumpang hidup semata

Orang-orang kaya itu tak sudi berbagi
Warisan leluhur ini miliknya semata
Kita ini hanya menumpang hidup dan mati
Sebab, kata mereka kita malas bekerja

Tapi, Nak, kau jangan terkejut dikatai malas
Kubur kakek masih basah di Anyer-Panarukan
Hasil ladang nenek separuh untuk Bule culas
Mereka tidak bilang ini ketidakadilan

Negeri ini bukanlah milik kita
Negeri ini hanya milik yang kaya
Kita hanya menumpang hidup semata
Bukan Tuhan, sistem tak adil biangnya

Ngayodyakarta, 24 November 2014
Padmo Adi

Comments