DI TEPI BRANTAS AKU DUDUK DAN MENANGIS

DI TEPI BRANTAS AKU DUDUK DAN MENANGIS   Gapura Besar sisi barat kota Surakarta. Foto dokumentasi pribadi. Surakarta... Surakarta... izinkan aku mengirimkan rinduku padamu... lewat kurir atau tukang pos... atau mungkin sekadar lewat Whatsapp Story . Kapan-kapan nanti aku kembali naik jip tua. Tolong jangan engkau tutup warung rica-rica! Surakarta... bagiku engkau adalah Mekkah atau Yerusalem atau Roma... bengawanmu adalah Sungai Gangga ... adalah Sungai Yordan tempat Yochanan membaptis Yashua! Aku tidak peduli bahwa para ningratmu rebutan kuasa hampa... aku pun tidak peduli bahwa di dalammu kini bersembunyi pria Sala yang pernah berkuasa... lalu pagar rumahnya menjelma tembok ratapan tempat orang berziarah mengunggah asa dan doa... selama engkau membuka warung rica-rica, aku akan senantiasa pulang kembali ke pelukanmu, Surakarta. Sebab, aku percaya bahwa sate jamumu lebih bergizi daripada makan siang basi yang disantap siswa-siswi. Gizi macam apa yang bisa diharapkan dari boga ...

JIWA YANG GELISAH

JIWA YANG GELISAH
Catatan Perjalanan
Kumpulan Puisi
Padmo Adi

KATA PENGANTAR
Jiwa yang Gelisah merupakan catatan perjalanan batin saya yang direkam sejak tahun 2006 hingga 2013 dalam wujud puisi. Beberapa puisi yang dimuat di buku ini dimuat juga di dalam buku-buku antologi puisi seperti Agonia dan Flows Into The Sink Into The Gutter. Selain itu, kebanyakan puisi yang ada di buku ini dimuat di dalam www.sarang-kalong.blogspot.com. Dan, hampir semuanya pernah dibacakan di dalam lingkar baca puisi kafe Malam Ngopinyastro Yogyakarta dan MaSastrO (Malam Sastra Solo).

Saya tidak berharap Anda menyetujui pemikiran-pemikiran dan kesimpulan saya atas hidup yang ada di dalam puisi-puisi tersebut. Akan tetapi, saya berharap, dengan membaca buku ini Anda dapat berdialektika sembari menikmati sastra. Walaupun demikian, janganlah terlalu serius! Bacalah dengan meminum secangkir kopi. Dan, jika salah satu puisi ini menginspirasi Anda, saya akan sangat bersyukur.

Beberapa puisi adalah fiksi, akan tetapi lahir dari sebuah kejujuran renungan dan empati. Beberapa memuat mitologi. Beberapa lagi merupakan renungan filosofis-teologis. Dan, ada pula yang murni curahan hati.

Selamat menikmati.

Baca selanjutnya...
Unduh di sini (download here)

Comments