SAMBUTAN KETUA PELAKSANA PKKMB FIB UB TERAS BUDAYA 2025 Pembukaan PKKMB “Teras Budaya FIB UB 2025 – ARUNA KARSA”

    SAMBUTAN KETUA PELAKSANA PKKMB FIB UB TERAS BUDAYA 2025 Pembukaan PKKMB “Teras Budaya FIB UB 2025 – ARUNA KARSA” Lapangan Parkir Atsiri UB. Kamis, 14 Agustus 2025 PKKMB Teras Budaya FIB UB 2025 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, Rahayu, Berkah Dalem, Yang saya hormati: Dekan Fakultas Ilmu Budaya Para Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya Para Ketua dan Sekretaris Departemen,  Ketua Program Studi, pimpinan unit dan tenaga kependidikan FIB Segenap Dosen dan Tendik FIB Seluruh panitia pelaksana Teras Budaya 2025 Dan yang saya kasihi, mahasiswa baru Fakultas Ilmu Budaya, ARUNA KARSA 17 . Selamat pagi! Pada pagi hari ini layak kita mengucap syukur kepada Tuhan yang Mahaesa, sebab kita masih diberi rahmat kesehatan dan berkat kehidupan, sehingga kita sepagi ini dapat berkumpul di lapangan parkir Atsiri, untuk menjalani giat PKKMB Teras Budaya 2025. Tatkala Kaprodi saya, Mas Doni, memberi tahu bahwa saya telah dipili...

Dia Mau Jadi Belanda

Dia Mau Jadi Belanda

Ka, kenapa kaupakai kebaya?
Bukankah hampir tiap hari 'kau bercelana jeans...
hampir sobek di lutut?
Jawabmu, hendak meneladan sesosok Putri Sejati
harum namanya... .

Gadis Jawa dia
lengkap dengan sanggul dan kebaya
Anak Bupati Jepara
Ningrat Jawa!
Raden Ajeng gelarnya.

Namun, Ka, pernahkah kaubaca suratnya kepada Stella Zeehandelaar?
Tak perlu semua, lima halaman saja... .
Kepada perempuan bule itu dia bicara
dia tak ingin jadi Jawa!
Belenggu semata
Dia ingin jadi Eropa...
jadi Belanda!!!

Dia ingin merdeka, Ka... dari adat Jawa
juga dari suami pilihan orang tua!
Iya, Ka, benar... DIA TAK INGIN MENIKAH!!!
Tapi, dia harus... harus, Ka!
Terpaksa
Sebab, dia berkata,
"Bagi perempuan Islam, tidak kawin adalah dosa."
Tapi dia juga berkata,
"Azab sengsara masih terlalu halus untuk menggambarkan perkawinan!"

Aih... Ka... kiranya 'kau tak pernah membaca surat-suratnya itu...
sebab tentu 'kau akan segera menanggalkan kebayamu, lalu kembali mengenakan hotpants jeans-mu.
Kembali ngeropa...
kembali ngamerika.

Ah, Ka... mengapa tidak kautiru saja Cut Nyak Dien
yang menunggang kuda
atau Martha Christina Tiahahu?!
Mereka jelas-jelas anti-Belanda!
Mereka tidak menyurati nonik Belanda!
Mereka menetak kejantanan para sinyo bule berkulit babi!!!

Ka, idolamu yang berkebaya itu ingin jadi Belanda
bukan Jawa.


Padmo Adi (@KalongGedhe)

Comments