MALAM MURAM MASIH PANJANG

MALAM MURAM MASIH PANJANG   Musikalisasi puisi dengan suno.com. Kala Kegelisahan melanda Kala Mala melumat purnama Bulan Separuh Bayang! Bawa ... Bawa ... Bawa ... seru orang-orang   Siapa yang tahan mendengarnya?! Kata-katanya membual lalu menyembur laksana bisa   Itu Rahu! Siapa yang tahu?!   Mereka pukul lesung bertalu Wulandari akan kembali Asura tinggal kepala saja Wisnu ada bersama kita   Jika asura itu akhirnya mati atau jatuh dan tergelimpang Cahaya Bulan meraja di bumi Malam muram masih panjang!   Tuhan ... kasihanilah kami ...   Malang, 01 Agustus 2026 Padmo Adi

Kupilihkau untuk Berjalan Bersama

Kupilihkau untuk Berjalan Bersama

Kupilihkau untuk berjalan bersama
bukan karena kita sama,
justru karena kita berbeda.
Namun, kita sama-sama diikat cinta.

Aku mencintaimu dengan segenap jiwaku.
Aku mencintaimu dengan segenap ragaku.
Tak perlu kita maknai apa cinta ini... .
Dalam hening mari cinta kita nikmati.

Di hadapan langit dan bumi
dan di hadapan segenap umat manusia
kuucapkan janji setia:
Aku akan mencintaimu
dalam untung dan malang
dalam suka maupun duka
dalam sehat ataupun sakit.
Aku akan setia.
Dan, aku bersumpah:
hanya dirimu yang kucinta
hanya cintamu yang kudamba.

Maka, kepadamu kuminta,
setialah... hingga Tuhan memisahkan kita
lewat maut yang agung mulia.
Atau, kita akan mati bersama
dengan saling berpelukan menghadap-Nya.

Mari, kemari belahan jiwaku, sigaraning nyawaku.
Tepat pada hari ini kaujadi istriku
dan aku jadi suamimu.
Hari ini bukan akhir dari kisah cinta kita...
justru perjalanan penuh rintangan baru saja kita awali.

Maka, biarlah di hadapan langit dan bumi
dan segenap umat manusia yang menjadi saksi
kupeluk jiwa-ragamu erat
dan kita saling berpagut mesra.

Aku mencintaimu.


Padmo Adi (@KalongGedhe)

Comments