SAMBUTAN KETUA PELAKSANA PKKMB FIB UB TERAS BUDAYA 2025 Pembukaan PKKMB “Teras Budaya FIB UB 2025 – ARUNA KARSA”

    SAMBUTAN KETUA PELAKSANA PKKMB FIB UB TERAS BUDAYA 2025 Pembukaan PKKMB “Teras Budaya FIB UB 2025 – ARUNA KARSA” Lapangan Parkir Atsiri UB. Kamis, 14 Agustus 2025 PKKMB Teras Budaya FIB UB 2025 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, Rahayu, Berkah Dalem, Yang saya hormati: Dekan Fakultas Ilmu Budaya Para Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya Para Ketua dan Sekretaris Departemen,  Ketua Program Studi, pimpinan unit dan tenaga kependidikan FIB Segenap Dosen dan Tendik FIB Seluruh panitia pelaksana Teras Budaya 2025 Dan yang saya kasihi, mahasiswa baru Fakultas Ilmu Budaya, ARUNA KARSA 17 . Selamat pagi! Pada pagi hari ini layak kita mengucap syukur kepada Tuhan yang Mahaesa, sebab kita masih diberi rahmat kesehatan dan berkat kehidupan, sehingga kita sepagi ini dapat berkumpul di lapangan parkir Atsiri, untuk menjalani giat PKKMB Teras Budaya 2025. Tatkala Kaprodi saya, Mas Doni, memberi tahu bahwa saya telah dipili...

Bojoku... Bojoku... Lama Sabakhtani?!


Bojoku... Bojoku... Lama Sabakhtani?!

Bojoku... apa kabar kau di Batavia? Rontokan rambutmu masih ada di dipanku. Segalanya seperti mimpi. Semalam ‘kau ada di sini. Kini aku tidur sendiri. Seekor naga melata ke Barat, membawamu lenyap di balik cakrawala. Mengapa engkau meninggalkan aku?
Bojoku... kalau ‘kau baca ini, mungkin aku sedang mencuci. Kalau kau tak jua kunjung pulang, akan kutunggangi Rajawali besi, untuk menculikmu dari Batavia... Kota Pelacur Tua. Atau, mungkin aku akan pergi ke sana bersama Sultan Hadiwijaya.
Bojoku... pulanglah segera, sebab jika ‘kau baca Kitab Wahyu, malaikat akan segera menghancurkan Kota Pelacur Tua... Batavia. Mari kita bercinta di Yerusalayim abadi. Hanya ada peluk hangat syalom. Ingatkah ‘kau pada sebuah misa di Kaliurang itu? Darah Kristus menghangatkan kita. Kita teguk dari tuwung yang sama.
Bojoku... keinginanku hanya sederhana, berkendara bersamamu ke tempat yang jauh. Tidak... bukan di paroki jor-joran yang doyan membangun gedung itu... bukan di sana. Melainkan di stasi kecil di desa, tempat di mana tak seorang pun mengenali kita, sama seperti Misa Kamis Putih lalu... .

Juli 2016, seminggu sebelum anniversary yang ketujuh,
Padmo Adi

Comments