PADA PERSIMPANGAN JALAN

  PADA PERSIMPANGAN JALAN   Jalan di depan berkabut.  Dokumen pribadi . Kita akan berpisah. Tapi, aku senang pernah berjumpa denganmu, mengenalmu, dan melangkah bersamamu... hingga nanti pada persimpangan itu. Kau akan kembali ke asalmu, sementara aku tetap akan di sini, berjaga bersama waktu. Aku tidak pernah punya keberanian untuk berkunjung ke kotamu. Mungkin nanti ketika aku telah selesai di sini. Tapi, apakah nanti akan tiba? Yang jelas, nanti adalah perkara perpisahan. Jadi, selamat jalan.   Malang, 05 Desember 2022 Padmo Adi

KLECA


Kleca

Kleca... Kleca...
sungguh aku ingin menangis menatapmu.
Akan tetapi, air mataku terlanjur kering,
membatu, dan mengganjal hatiku.

Masihkah ada Tuhan yang tersalib di rahimmu?
Sementara kausibuk bersolek diri,
memulas dengan gincu yang sebenarnya wagu,
perlahan kaukehilangan hangat keibuanmu.

Di manakah batu-batu kali itu?
Mungkin sudah kaugunakan
untuk merajam kecompang-campingan.
Kini bergemerlapanlah ‘kau. Megah nian.
Namun, anak-anakmu berserakan.

Kleca... Kleca...
Ingin rasanya aku mengumpulkan anak-anakmu,
tapi ‘kautendang-singkirkan buah rahimmu sendiri!
Hanya karena mereka begitu berisik mencintaimu,
“Jangan terlena bergincu. Tetap bersahajalah seperti dulu.”
O... Kleca... kemegahanmu sungguh sepi.

Begitu jor-joran kautampilkan wajah megahmu,
sementara anak-anakmu yang tersisa keleleran.
Ada yang bingung mau ke mana dan bagaimana.
Ada pula yang mengeluh, kauhisap tiap Minggu.
Tidakkah kaudengarkan jeritan sunyi mereka?

Kleca... Kleca...
Lihatlah patung yang tersalib
dari tembaga dalam ronggamu itu.
Kurus kering, cokelat kemerahan.
Namun, begitu jauh. Begitu asing.
Juga empat patung raksasa yang mendampinginya.
Temanku mengira itu bukan Maria, tetapi Jenova.

Masihkah ada Tuhan di dalam kemegahanmu itu?
Tuhan yang lahir di dalam kandang domba.
Tuhan yang berselimutkan kecompang-campingan.
Tuhan yang tak punya tempat untuk meletakkan kepala.
Tuhan yang mati hina, didera dan disalib, tanpa busana.

Jalan Ruwet Duwet, Karangasem, 08 Desember 2016
Padmo Adi (@KalongGedhe)

Comments