RAKYAT MENGGUGAT

  RAKYAT MENGGUGAT   Jangan ragukan nasionalisme kami! Sungguh, kami cinta negeri ini. Aku melihat orang-orang bersemangat kibarkan bendera tengkorak bertopi jerami sebab mereka telah jenuh jadi melarat hanya ingin sila lima kembali ke negeri   Aku melihat pengurus negara dan aparat menjadi gerah dan tersinggung penuh umpat bendera tengkorak bertopi jerami itu keparat Mengibarkannya berarti menggugat daulat!   Padahal itu bendera cuma dari kartun belaka Dikibarkan pada kapal oleh bajak laut fiksi Namun, kisahnya berhasil menginspirasi kita Kakisto-klepto takut tengkorak bertopi jerami   Seni fiksi tak selalu melulu manis romantis sesekali perlu jadi gugatan dan ledakan Fungsi seni sastra memang tidak pragmatis justru tajam bicara perkara kemanusiaan   Berkibarlah bendera tengkorak bertopi jerami Merah-putih telanjur direduksi jadi ancaman Si cokelat lupa di baliknya ada mimpi demokrasi Si hijau alpa maknanya...

HANYA MAKI!


HANYA MAKI!

Sungguh aku ingin menulis puisi
Tapi yang kumiliki hanya maki
Kemarahan ini menggumpal
Selalu menghantui bagai ajal

Ingin kupotong tenggorokan itu
Dan kucincang bibir lamismu
Sebab kata yang keluar hanya muka
tapi semuanya tiada yang terbuka

Sungguh aku ingin menulis puisi
Tapi yang kumiliki hanya maki
Kautak pernah anggapku ada
Bagimu tak pernah ada "kita"

Jika bukan karena gadis berkacamata
mungkin perkara akan runyam semata
Dan perutusan juga belum selesai
Belum ada alasan untuk menyeringai

Seumpama aku Ramawijaya
kucampakkan Sinta setelah kuterima
Sayang aku ini Dasamuka
Kujaga Sinta walau dia tak cinta

Sungguh... aku ingin menulis puisi
Tapi aku takut, yang keluar hanya maki!

10 April 2017
@KalongGedhe

Comments