MALAM MURAM MASIH PANJANG

MALAM MURAM MASIH PANJANG   Musikalisasi puisi dengan suno.com. Kala Kegelisahan melanda Kala Mala melumat purnama Bulan Separuh Bayang! Bawa ... Bawa ... Bawa ... seru orang-orang   Siapa yang tahan mendengarnya?! Kata-katanya membual lalu menyembur laksana bisa   Itu Rahu! Siapa yang tahu?!   Mereka pukul lesung bertalu Wulandari akan kembali Asura tinggal kepala saja Wisnu ada bersama kita   Jika asura itu akhirnya mati atau jatuh dan tergelimpang Cahaya Bulan meraja di bumi Malam muram masih panjang!   Tuhan ... kasihanilah kami ...   Malang, 01 Agustus 2026 Padmo Adi

Hari Merdeka yang Indah Abadi

Hari Merdeka yang Indah Abadi

Nasionalisme, Hari Merdeka, dan bendera plastik. Indah.
Lalu terbang terhempas angin selatan. Jatuh, terkulai, jadi sampah.
Anakku mau bendera plastik. Dari warung dibawa pulang ke rumah.
Lalu dilempar begitu saja, dicampakkan. Aku melihatnya tergeletak di bawah.
Bendera plastik. Abadi. Tidak akan pernah terdekomposisi. Bahkan oleh tanah.
Nasionalisme. Euforia. Merdeka. Dan bendera plastik yang segera jadi limbah.

Surakarta Utara, 25 Agustus 2018
Padmo Adi

Seorang anak sedang memegang bendera plastik.
Dokumen pribadi.

Comments