DI TEPI BRANTAS AKU DUDUK DAN MENANGIS

DI TEPI BRANTAS AKU DUDUK DAN MENANGIS   Gapura Besar sisi barat kota Surakarta. Foto dokumentasi pribadi. Surakarta... Surakarta... izinkan aku mengirimkan rinduku padamu... lewat kurir atau tukang pos... atau mungkin sekadar lewat Whatsapp Story . Kapan-kapan nanti aku kembali naik jip tua. Tolong jangan engkau tutup warung rica-rica! Surakarta... bagiku engkau adalah Mekkah atau Yerusalem atau Roma... bengawanmu adalah Sungai Gangga ... adalah Sungai Yordan tempat Yochanan membaptis Yashua! Aku tidak peduli bahwa para ningratmu rebutan kuasa hampa... aku pun tidak peduli bahwa di dalammu kini bersembunyi pria Sala yang pernah berkuasa... lalu pagar rumahnya menjelma tembok ratapan tempat orang berziarah mengunggah asa dan doa... selama engkau membuka warung rica-rica, aku akan senantiasa pulang kembali ke pelukanmu, Surakarta. Sebab, aku percaya bahwa sate jamumu lebih bergizi daripada makan siang basi yang disantap siswa-siswi. Gizi macam apa yang bisa diharapkan dari boga ...

KEDIRI


KEDIRI

Kediri ... di sini tiga lelaki menghibur diri.
Kediri ... di sini dua lelaki melupakan masa lalunya.
Kediri ... di sini seorang lelaki meluapkan marahnya ... dengan foya-foya.
Kediri ... di sini aku memutuskan untuk memeluk erat nama ini, dengan segala dosa adam, berkat, dan kutuknya.
Kediri ... Budhi Mardika namaku, panggil aku Padmo Adi.

Juni 2018
@KalongGedhe

Saint Paul Riders berpose di Monumen Simpang Lima Gumul, Kediri

Comments