SINTA

SINTA Pada waktu SMA dulu Guru Sastra Inggris kami mengajak kami menonton film berjudul Dead Poets Society . Ada kata-kata dari film itu yang hingga kini masih terngiang di kepalaku. Bahkan, kata-kata itu pernah menjadi motto hidupku sewaktu remaja. Carpe diem . Seize the day . Bagaimana ya menerjemahkannya dalam Bahasa Indonesia? “Jangan sia-siakan hari ini,” mungkin begitu ya? Pada waktu itu punya motto dalam bahasa asing, apalagi Bahasa Latin, rasanya keren. Aku bikin stiker skotlet bertuliskan “ CARPE DIEM ” dengan warna merah mencolok, lalu aku tempelkan pada bagian samping belakang motor bebekku. Sejujurnya, waktu itu aku tidak begitu paham apa maksud dari kata-kata tersebut. Mengapa kita harus seize the day , di saat hari-hari berjalan dengan lambat sekali; masih ada esok hari, bukan? Yah... aku memakainya semata-mata karena keren saja. Maklumlah, anak remaja yang masih mencari jati diri. Kalau orang tanya, apa motto hidupku, dengan bangga aku akan menjawab, “Carpe diem,” lalu o...

KISAH SEORANG PETANI DAN ANAK LELAKINYA

KISAH SEORANG PETANI DAN ANAK LELAKINYA

Seorang petani membajak sawah.
Dia memang tidak kaya, tapi dia punya tanah pusaka.

Seorang anak menangis sepulang sekolah.
Dia malu naik pit kebo tua; teman-temannya naik ninja.

Seorang anak merengek, menuntut sang ayah.
Dia minta dibelikan motor, atau lebih baik mati saja.

Seorang petani menjual sawah.
Membawa uang, dia beranjak ke diler demi anak tercinta.

Seorang anak naik ninja, dia tampak gagah.
Kehilangan pusaka, dia kerja jadi kasir swalayan waralaba.

Surakarta, 13 Agustus 2018
Padmo Adi
motor sport di tepi sawah di bawah senja
dokumen pribadi



Comments