MALAM MURAM MASIH PANJANG

MALAM MURAM MASIH PANJANG   Musikalisasi puisi dengan suno.com. Kala Kegelisahan melanda Kala Mala melumat purnama Bulan Separuh Bayang! Bawa ... Bawa ... Bawa ... seru orang-orang   Siapa yang tahan mendengarnya?! Kata-katanya membual lalu menyembur laksana bisa   Itu Rahu! Siapa yang tahu?!   Mereka pukul lesung bertalu Wulandari akan kembali Asura tinggal kepala saja Wisnu ada bersama kita   Jika asura itu akhirnya mati atau jatuh dan tergelimpang Cahaya Bulan meraja di bumi Malam muram masih panjang!   Tuhan ... kasihanilah kami ...   Malang, 01 Agustus 2026 Padmo Adi

Bagaimana Jika Tuhan Itu adalah Seorang Pengamen?

Bagaimana Jika Tuhan Itu adalah Seorang Pengamen?

Bagaimana jika Tuhan itu adalah seorang pengamen
yang tiba-tiba berdiri di depan rumahmu
menyanyikan lagu Bapa Kami gaya Kota Baru?

Bagaimana jika Tuhan itu adalah seorang ibu
yang membiayai hidup dan kuliah anak gadisnya
dengan berjualan rica-rica dan sengsu?

Bagaimana jika Tuhan itu adalah seorang asing
yang duduk di sebelahmu pada sebuah warung hik
menyantap sega kucing yang sama denganmu?

Bagaimana jika Tuhan itu adalah seorang LC
yang pada suatu bilik karaoke menemanimu nyanyi
demi anak lelakinya yang masih bayi?

Bagaimana jika Tuhan itu adalah orang tua
yang memohon kepadamu, anaknya
untuk mencoba daftar jadi abdi negara?

Yang jelas,
kita takkan pernah mengenal Tuhan yang tak kelihatan
hanya dengan berteriak-teriak memanggil Nama-Nya

Surakarta Utara, 25 Oktober 2018
Padmo Adi

Comments