MALAM MURAM MASIH PANJANG

MALAM MURAM MASIH PANJANG   Musikalisasi puisi dengan suno.com. Kala Kegelisahan melanda Kala Mala melumat purnama Bulan Separuh Bayang! Bawa ... Bawa ... Bawa ... seru orang-orang   Siapa yang tahan mendengarnya?! Kata-katanya membual lalu menyembur laksana bisa   Itu Rahu! Siapa yang tahu?!   Mereka pukul lesung bertalu Wulandari akan kembali Asura tinggal kepala saja Wisnu ada bersama kita   Jika asura itu akhirnya mati atau jatuh dan tergelimpang Cahaya Bulan meraja di bumi Malam muram masih panjang!   Tuhan ... kasihanilah kami ...   Malang, 01 Agustus 2026 Padmo Adi

MATAHARI PAGI

MATAHARI PAGI

Kukira kau akan datang padaku
membawa senyum dan harapan cemas
tentang seorang lelaki yang tak kunjung mapan
hanya karena impiannya jadi seniman.

Ternyata kaudatang padaku
membawa tangis haru penuh kelegaan
dan di dekapanmu terbaring kehidupan baru
yang menyusu dengan terburu.

Aku belum juga selesai dengan masa silamku.
Masih ada satu dua perkara belum lalu.
Namun, kehidupan harus terus berjalan,
walau impian tinggallah kenangan.

Kau pun berjalan menghampiriku
membawa serta kehidupan baru
lalu duduk di sisi
melihat matahari pagi.

Surakarta Utara, 26 Mei 2017
Padmo Adi (@KalongGedhe)

Comments