MARIA GRAVIDA: Maria Kok Ngono?

  MARIA GRAVIDA Maria Kok Ngono?   Penampakan close up patung Maria Gravida. Dokumen pribadi. Salah satu contoh yang menarik pada fenomena hubungan agama dan seni adalah karya patung Maria Gravida. Karya tersebut menampilkan sosok Maria yang dalam keadaan hamil besar. Sebenarnya seni patung Maria Gravida bukanlah merupakan hal yang betul-betul baru; telah ditemukan seni patung Maria Gravida pada tahun 1400-an di Eropa. Namun demikian, patung yang menggambarkan perawan Maria tengah hamil besar itu adalah karya seni yang minoritas. Pada umumnya Gereja akan menggambarkan Bunda Maria sebagai seorang ratu (regina) yang gilang-gemilang. Pada beberapa karya, seperti patung Maria yang ada pada Gereja Lawang—Malang, Maria digambarkan sebagai sang Perempuan yang ada pada Kitab Wahyu. Baik Maria Regina ataupun Maria sebagai Perempuan Kitab Wahyu itu semua menggambarkan Maria yang “sukses” dan penuh kejayaan. Mudah bagi seorang Kristiani untuk berdevosi pada Maria yang menang itu. ...

Kepada Adam dan Adama

Kepada Adam dan Adama

Siapakah manusia di hadapan semesta?
Apakah manusia di hadirat alam raya?
Makhluk keras kepala dan congkak semata
yang mengira dapat menguasai segalanya.

Kita adalah makhluk kesepian,
yang tinggal pada sebuah planet mungil,
yang ada di tengah-tengah suatu tata surya,
yang mengarungi pinggiran lengan Bima Sakti.

Bantala ini adalah satu-satunya rumah kita.
Hidup mati, kita arungi semesta bersamanya.
Namun, malah terus saja pertiwi kita sakiti,
sembari putus asa mencari pengganti bumi.

Ketika pohon terakhir mati,
kepada siapa kita akan berteduh?
Ketika sawah tak lagi tumbuh padi,
apakah kita takkan pernah mengeluh?

Ibu bumi telah memberi kemurahan,
tapi kita ini hewan yang lupa bersyukur.
Kita begitu mabuk akan sabda Tuhan,
“... penuhilah bumi, dan kuasailah itu!”

Malang, 13 November 2019
Padmo Adi

Comments