ICOLLEC FIB UB

  International Conference on Language, Literature, Education, and Culture (ICOLLEC) 2021 Virtual Conference Faculty of Cultural Studies - Universitas Brawijaya “The Dynamics of Language, Literature, Education, Art, and Culture  of a Changing Society in The Age of Disruption” 🎤 SPEAKERS 1. Prof. Dr. Bernard Arps - Leiden University 2. Prof. Dr. Sharmani Patricia Gabriel - Universiti Malaya, Malaysia 3. Prof. Hsueh-Hua Chuang - National Sun Yat-sen University, Taiwan 4. Prof. Hisanori Kato - Chuo University, Japan 5. Dr. Dag Yngvesson - University of Nottingham, Malaysia 6. Dr. Hipolitus Kristoforus Kewuel - Universitas Brawijaya 🗓️ International Conference: 9-10 October 2021 🗓️ Important Date 1. Abstract submission is extended until 05 September 2021 2. Notification of abstract acceptance is extended until 20 September 2021. 3. Payment deadline: 30 September 2021 4. Full paper: 8 October 2021 5. International conference: 9-10 October 2021 6. Notification of fullpaper for proceeding:

SEBAB KITA MAKAN ANAK DOMBA YANG SAMA

SEBAB KITA MAKAN ANAK DOMBA YANG SAMA
*kepada Prativi, Karna, dan Sena

Dua bocah lelaki menetek dalam dekapan ibu
tanpa bapa.
Sebab lelaki yang mereka panggil bapa
hampir tidak pernah ada di sana.
Tiga ratus kilometer membentang
hutan lembah gunung menjulang
memisahkan mereka.

Lelaki itu dulu pergi bertapa
mencari bapanya yang telah tiada.
Di kaki Merbabu dia melihat cahaya,
memancar dari seekor yuyu, lalu bercinta.
Dari rahim yuyu itu lahirlah dua bocah lanang,
yang satu methakil seperti Hanuman
yang satu sumega seperti Werkudara.
Namun, mereka tak bisa bersama-sama.
Si lelaki harus menjalani dharmanya,
bersama Sastra Legawa dia berjalan ke Timur,
menembus hutan
menapaki lembah
melompati gunung
hingga tibalah dia di Negeri Ibu segala Raja Jawa.

Dalam lindungan ibunya, Mataram Merah
yuyu dan dua bocah lelaki itu dititipkan.
Jarak berubah menjadi kerinduan,
rindu berubah menjadi puisi,
puisi berubah menjadi doa.
Lelaki itu pergi ke Rumah Bapa,
yang rongganya seperti garba ibunya.
Di sanalah upacara pengorbanan Anak Domba.
Tubuh-Nya dipecah-pecahkan lalu dibagi.
Si lelaki memakannya, penuh kerinduan.

[...] yang rongganya seperti garba ibunya. Dokumen pribadi.

“Istriku, anak-anakku...
jika kalian rindukan aku,
makanlah daging Anak Domba,
maka kita akan bersatu,
sebab kita makan Anak Domba yang sama,
di bumi seperti di dalam surga.”

Malang, 10 November 2019
Padmo Adi

Comments