SAMBUTAN KETUA PELAKSANA PKKMB FIB UB TERAS BUDAYA 2025 Pembukaan PKKMB “Teras Budaya FIB UB 2025 – ARUNA KARSA”

    SAMBUTAN KETUA PELAKSANA PKKMB FIB UB TERAS BUDAYA 2025 Pembukaan PKKMB “Teras Budaya FIB UB 2025 – ARUNA KARSA” Lapangan Parkir Atsiri UB. Kamis, 14 Agustus 2025 PKKMB Teras Budaya FIB UB 2025 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, Rahayu, Berkah Dalem, Yang saya hormati: Dekan Fakultas Ilmu Budaya Para Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya Para Ketua dan Sekretaris Departemen,  Ketua Program Studi, pimpinan unit dan tenaga kependidikan FIB Segenap Dosen dan Tendik FIB Seluruh panitia pelaksana Teras Budaya 2025 Dan yang saya kasihi, mahasiswa baru Fakultas Ilmu Budaya, ARUNA KARSA 17 . Selamat pagi! Pada pagi hari ini layak kita mengucap syukur kepada Tuhan yang Mahaesa, sebab kita masih diberi rahmat kesehatan dan berkat kehidupan, sehingga kita sepagi ini dapat berkumpul di lapangan parkir Atsiri, untuk menjalani giat PKKMB Teras Budaya 2025. Tatkala Kaprodi saya, Mas Doni, memberi tahu bahwa saya telah dipili...

API PASKAH

 API PASKAH

 


Aku melihat api. Api di mana-mana.

 

Ada orang ingin mengebom gereja.

Tanpa dia tahu, gereja sudah setahun ini kosong.

Masing-masing streaming misa online dari rumah.

 

Tapi, dia nekat mendatangi gereja.

Meledakkan diri.

Ususnya terburai.

Wajahnya tersenyum.

Gosong.

 

Santo Petrus, penjaga gerbang surga, menemuinya.

Minta apimu... aku ingin udud dulu.

Lelaki itu bingung.

Tidak ada bidadari.

Hanya Petrus, lelaki Yahudi.

 

Santo Petrus kasihan padanya.

Lelaki itu tak diakui agamanya.

Terlanjur jadi arang... baunya anyir.

 

Tuhan di mana?

Tuhan adalah api.

Jadi, benar aku mati demi Tuhan?

Ini kretek. Ududlah dulu. Seminggu lagi Paskah.

Nanti kau aku permandikan... dengan air. Biar tidak gosong begitu.

Tidak. Aku mau dibakar api.

Tuhan adalah air.

 

Santo Petrus tidak paham,

sebenarnya lelaki itu hanya ingin dibaptis...

dengan api.

Seperti janji Isa pada murid-murid-Nya.

Hanya saja, dia salah baca.

Api Roh Tuhan adalah cinta, bukan mesiu.

 

Santo Petrus menghabiskan kreteknya.

Dipandanginya lelaki gosong itu...

menangis tersedu-sedu.

 

29 Maret 2021

Padmo Adi

Comments