MARIA GRAVIDA: Maria Kok Ngono?

  MARIA GRAVIDA Maria Kok Ngono?   Penampakan close up patung Maria Gravida. Dokumen pribadi. Salah satu contoh yang menarik pada fenomena hubungan agama dan seni adalah karya patung Maria Gravida. Karya tersebut menampilkan sosok Maria yang dalam keadaan hamil besar. Sebenarnya seni patung Maria Gravida bukanlah merupakan hal yang betul-betul baru; telah ditemukan seni patung Maria Gravida pada tahun 1400-an di Eropa. Namun demikian, patung yang menggambarkan perawan Maria tengah hamil besar itu adalah karya seni yang minoritas. Pada umumnya Gereja akan menggambarkan Bunda Maria sebagai seorang ratu (regina) yang gilang-gemilang. Pada beberapa karya, seperti patung Maria yang ada pada Gereja Lawang—Malang, Maria digambarkan sebagai sang Perempuan yang ada pada Kitab Wahyu. Baik Maria Regina ataupun Maria sebagai Perempuan Kitab Wahyu itu semua menggambarkan Maria yang “sukses” dan penuh kejayaan. Mudah bagi seorang Kristiani untuk berdevosi pada Maria yang menang itu. ...

APATI (Tembakau Terakhir)

APATI

(Tembakau Terakhir)

 

cintailah produk Indonesia

Tembakau terakhir

aku bakar malam ini

sembari menelusuri

Kasih Tak Sampai Seorang Samurai

Okei

 

Aku jadi ingat akan engkau,

Temanggung...

tanah di mana tembakau terbaik tumbuh subur

hasil keringat penuh kasih para petani

 

Aku pun ingat akan malam syahdu

pada tenda-tenda warna-warni

di pinggir sabana Baluran

Di sana motor-motor kami parkir

Iparku menanak nasi

Aku sendiri capai setelah dengan beruk aku kelahi

Mari menyeberang ke Bali, rayu sahabatku

Aku lebih memilih meringkuk di tenda warna biru

 

Tembakauku habis terbakar

Papirku jadi tak berguna lagi

Aku jadi enggan memikirkan persoalan negeri ini

—absurdnya sudah kelewatan—

sebab ada perkara yang gawatnya lebih konkret dan mendesak

tembakauku habis tak bersisa!

Padahal asbakku masih bau toko

Jadi apa negeri ini tanpa harum wangi tembakau Temanggung?!

 

Aku tak peduli walau KPK dibubarkan sekalipun,

aku tak ambil pusing jika Papua akhirnya referendum,

aku tak acuh seandainya hutan Kalimantan jadi kebun Sawit,

aku masa bodoh bilapun Jokowi periode dua tak genap lima tahun,

aku takkan pikirkan kala garda satwa bikin warung Sengsu Surakarta tutup selamanya,

asal ada tembakau Temanggung dan papir, cukuplah.

 

Singosari, 05 Juni 2021

Om Dapdia

Comments