DI TEPI BRANTAS AKU DUDUK DAN MENANGIS

DI TEPI BRANTAS AKU DUDUK DAN MENANGIS   Gapura Besar sisi barat kota Surakarta. Foto dokumentasi pribadi. Surakarta... Surakarta... izinkan aku mengirimkan rinduku padamu... lewat kurir atau tukang pos... atau mungkin sekadar lewat Whatsapp Story . Kapan-kapan nanti aku kembali naik jip tua. Tolong jangan engkau tutup warung rica-rica! Surakarta... bagiku engkau adalah Mekkah atau Yerusalem atau Roma... bengawanmu adalah Sungai Gangga ... adalah Sungai Yordan tempat Yochanan membaptis Yashua! Aku tidak peduli bahwa para ningratmu rebutan kuasa hampa... aku pun tidak peduli bahwa di dalammu kini bersembunyi pria Sala yang pernah berkuasa... lalu pagar rumahnya menjelma tembok ratapan tempat orang berziarah mengunggah asa dan doa... selama engkau membuka warung rica-rica, aku akan senantiasa pulang kembali ke pelukanmu, Surakarta. Sebab, aku percaya bahwa sate jamumu lebih bergizi daripada makan siang basi yang disantap siswa-siswi. Gizi macam apa yang bisa diharapkan dari boga ...

MARI

 MARI

 

Ambulan RS Brayat Minulya, Solo, mengantarkan jenazah korban covid19 ke pemakaman Begajah, Sukoharjo. Foto dari Antonius Suhartanto.

Raung ambulan bergema

Kamboja berguguran tak kenal masa

Nama-nama sahabat kini cuma angka

Wahyu Makutha Rama ternyata hanya citra

Kita diminta di rumah saja

tapi nasi tidak ada

Mati mendamba udara

atau mati kurang boga

Yang tersisa serapah dan doa

Mari, Ya!

 

Tim "Garda Belakang"/Tim "Kamboja" memberi penghormatan terakhir kepada jenazah korban covid19 yang telah dimakamkan. Begajah, Sukoharjo, Jawa Tengah. Foto dari Antonius Suhartanto.

Singosari, 07 Juli 2021

Kalong Gedhe

Comments

Post a Comment