SINTA

SINTA Pada waktu SMA dulu Guru Sastra Inggris kami mengajak kami menonton film berjudul Dead Poets Society . Ada kata-kata dari film itu yang hingga kini masih terngiang di kepalaku. Bahkan, kata-kata itu pernah menjadi motto hidupku sewaktu remaja. Carpe diem . Seize the day . Bagaimana ya menerjemahkannya dalam Bahasa Indonesia? “Jangan sia-siakan hari ini,” mungkin begitu ya? Pada waktu itu punya motto dalam bahasa asing, apalagi Bahasa Latin, rasanya keren. Aku bikin stiker skotlet bertuliskan “ CARPE DIEM ” dengan warna merah mencolok, lalu aku tempelkan pada bagian samping belakang motor bebekku. Sejujurnya, waktu itu aku tidak begitu paham apa maksud dari kata-kata tersebut. Mengapa kita harus seize the day , di saat hari-hari berjalan dengan lambat sekali; masih ada esok hari, bukan? Yah... aku memakainya semata-mata karena keren saja. Maklumlah, anak remaja yang masih mencari jati diri. Kalau orang tanya, apa motto hidupku, dengan bangga aku akan menjawab, “Carpe diem,” lalu o...

KESEDERHANAAN

KESEDERHANAAN
*kepada Karna dan Sena

Ketika aku melarat dulu kala
aku adalah makhluk merdeka
tak tergoda pada gemerlap dunia
sebab Tuhan selalu menyediakan

Namun, Ngger, godaan itu
justru ada
kala kita mulai punya segala

Satu yang jadi peganganku,
bahwa yang sederhana itu
membebaskan
Tidak ada lagi kegelisahan
Palingan, kadang kepikiran,
apa yang harus kubelikan
untuk kalian makan.

Di mana hartamu berada
di situlah hatimu, Ngger.
Maka, taruhlah hatimu
pada yang sejati.

Namun, jangan tanya aku
tentang yang sejati.
Kamu sendirilah yang harus cari,
seperti Bima jumpa Bathara Ruci.

Jangan khawatirkan hidup, Ngger
"... berilah kami Rezeki
pada hari ini... ."
Pada hari ini!
Bukan sebulan-dua bulan
Bukan sepuluh-duapuluh tahun
tapi hari ke hari, pada hari ini
di sini dan kini
percayalah pada Yang Hidup
laraskan hatimu
pada kehendak Yang Mahaada

Sederhana,
menyusuri perutusan ini.
Merdeka,
membebaskan diri dari goda.

Ngger,
punya keinginan itu tidak salah.
Justru itu bikin hidup bergairah.
Namun, ingatlah
Hasrat kita selalu hasrat liyan.
Menuruti segala mau,
kehilangan arahlah kamu!

Bagai Anggur yang difermentasi
endapkan segala yang kauingini
Pada waktunya yang akan tiba
segala kehendak liyan sirna,
tinggallah keinginan sejati.
Ikuti itu, dan jadilah diri!

Hiduplah! Hidup!
Jalani perutusanmu...
wahai Karna
wahai Sena

Malang, 24 Januari 2022
Padmo Adi

Menikmati es krim yang sederhana.
Dokumen pribadi

Comments