SAMBUTAN KETUA PELAKSANA PKKMB FIB UB TERAS BUDAYA 2025 Pembukaan PKKMB “Teras Budaya FIB UB 2025 – ARUNA KARSA”

    SAMBUTAN KETUA PELAKSANA PKKMB FIB UB TERAS BUDAYA 2025 Pembukaan PKKMB “Teras Budaya FIB UB 2025 – ARUNA KARSA” Lapangan Parkir Atsiri UB. Kamis, 14 Agustus 2025 PKKMB Teras Budaya FIB UB 2025 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, Rahayu, Berkah Dalem, Yang saya hormati: Dekan Fakultas Ilmu Budaya Para Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya Para Ketua dan Sekretaris Departemen,  Ketua Program Studi, pimpinan unit dan tenaga kependidikan FIB Segenap Dosen dan Tendik FIB Seluruh panitia pelaksana Teras Budaya 2025 Dan yang saya kasihi, mahasiswa baru Fakultas Ilmu Budaya, ARUNA KARSA 17 . Selamat pagi! Pada pagi hari ini layak kita mengucap syukur kepada Tuhan yang Mahaesa, sebab kita masih diberi rahmat kesehatan dan berkat kehidupan, sehingga kita sepagi ini dapat berkumpul di lapangan parkir Atsiri, untuk menjalani giat PKKMB Teras Budaya 2025. Tatkala Kaprodi saya, Mas Doni, memberi tahu bahwa saya telah dipili...

KESEDERHANAAN

KESEDERHANAAN
*kepada Karna dan Sena

Ketika aku melarat dulu kala
aku adalah makhluk merdeka
tak tergoda pada gemerlap dunia
sebab Tuhan selalu menyediakan

Namun, Ngger, godaan itu
justru ada
kala kita mulai punya segala

Satu yang jadi peganganku,
bahwa yang sederhana itu
membebaskan
Tidak ada lagi kegelisahan
Palingan, kadang kepikiran,
apa yang harus kubelikan
untuk kalian makan.

Di mana hartamu berada
di situlah hatimu, Ngger.
Maka, taruhlah hatimu
pada yang sejati.

Namun, jangan tanya aku
tentang yang sejati.
Kamu sendirilah yang harus cari,
seperti Bima jumpa Bathara Ruci.

Jangan khawatirkan hidup, Ngger
"... berilah kami Rezeki
pada hari ini... ."
Pada hari ini!
Bukan sebulan-dua bulan
Bukan sepuluh-duapuluh tahun
tapi hari ke hari, pada hari ini
di sini dan kini
percayalah pada Yang Hidup
laraskan hatimu
pada kehendak Yang Mahaada

Sederhana,
menyusuri perutusan ini.
Merdeka,
membebaskan diri dari goda.

Ngger,
punya keinginan itu tidak salah.
Justru itu bikin hidup bergairah.
Namun, ingatlah
Hasrat kita selalu hasrat liyan.
Menuruti segala mau,
kehilangan arahlah kamu!

Bagai Anggur yang difermentasi
endapkan segala yang kauingini
Pada waktunya yang akan tiba
segala kehendak liyan sirna,
tinggallah keinginan sejati.
Ikuti itu, dan jadilah diri!

Hiduplah! Hidup!
Jalani perutusanmu...
wahai Karna
wahai Sena

Malang, 24 Januari 2022
Padmo Adi

Menikmati es krim yang sederhana.
Dokumen pribadi

Comments