MENJELANG BINATANG DARI SEBERANG

  MENJELANG BINATANG DARI SEBERANG   Musikalisasi puisi dengan suno.com Aku melihat binatang buas besar dari timur berenang perlahan namun pasti dari kedalaman samudera bergerak hingga ke kepulauan kita yang dijamahnya bakal celaka   Aku melihat matanya merah menyala kepalanya seperti kepala singa aumannya menjelma kegelisahan lidahnya lidah-lidah api napasnya membakar segala   Aku melihat tubuhnya keras laksana kuda nil berwarna jingga terang seperti bara kaki-kakinya seperti kaki mastodon sementara ekornya mirip ekor buaya menyeret maut ke segala penjuru   Aku melihat duburnya menyembur metana Awan basah disapunya lenyap tak tersisa Sumber-sumber mata air jadi kering Sumur-sumur kerontang tak bisa diminum Panenan gagal, paceklik pun mencekik   Wahai ... wahai ... wahai ... bangsa yang dipimpin raja tua dementia yang emasnya tak lebih berharga daripada tembaga yang lumbungnya mlompong dikuras cukong...

CINTA ADALAH HIDUP YANG DIPECAHAMBYARKAN DAN DIBAGIKAN

 CINTA ADALAH HIDUP YANG DIPECAHAMBYARKAN DAN DIBAGIKAN

*kepada Brigitta dan Ignatius

Hari ini cinta dirayakan dengan gegap gempita
dari lirik-lirik remaja
Kanisius Jalan Sugiyapranata
lalu rindu yang tak pernah dusta
hingga akhirnya ikrar janji setia
di atas Bumi
demikian di hadapan Surga
kata-kata menggema
hingga mengkristal jadi sakramen suci
menyempurnakan dan menguduskan

Selamat atas jalinan kasih
dan janji suci yang terpatri
Bahagia
Selamat sentausa

Wahai mempelai berdua
tantangan sebenarnya dimulai pascamalam ini
dan malam-malam setelahnya
Cinta kalian akan ditantang
oleh perkara-perkara sepele rumah tangga
mulai dari token listrik berdering
gas melon jadi langka
pertalite tak terjangkau harganya

Namun, selalu ingatlah...
janji suci hari ini!
Cinta memang tidak mengenyangkan perut!
Namun, cinta tidak senorak short video tiktok!
Cinta itu nyata, hari ini kalian menyatakannya!
Cinta adalah hidup yang dipecahambyarkan dan dibagikan.
Harus selalu diperbarui hari demi hari!
Memang tidak mudah...
Tapi perjuangannya berharga.

Hiduplah bersama.
Kalian telah jadi kawan sahabat berdua.
Jalani perutusan ini: meninggalkan orangtua dan bersatu daging dengan yang dicinta!

Inilah tubuh yang dibagikan!
Inilah darah yang dicurahkan!
Sama seperti kurban Anak Domba di atas Golgota.

Berbahagialah... mempelai.
Cinta kalian lebih nikmat daripada Anggur Merah yang kuminum semalam!

Ramada, 24 Juli 2022
Padmo Adi

Comments