SINTA

SINTA Pada waktu SMA dulu Guru Sastra Inggris kami mengajak kami menonton film berjudul Dead Poets Society . Ada kata-kata dari film itu yang hingga kini masih terngiang di kepalaku. Bahkan, kata-kata itu pernah menjadi motto hidupku sewaktu remaja. Carpe diem . Seize the day . Bagaimana ya menerjemahkannya dalam Bahasa Indonesia? “Jangan sia-siakan hari ini,” mungkin begitu ya? Pada waktu itu punya motto dalam bahasa asing, apalagi Bahasa Latin, rasanya keren. Aku bikin stiker skotlet bertuliskan “ CARPE DIEM ” dengan warna merah mencolok, lalu aku tempelkan pada bagian samping belakang motor bebekku. Sejujurnya, waktu itu aku tidak begitu paham apa maksud dari kata-kata tersebut. Mengapa kita harus seize the day , di saat hari-hari berjalan dengan lambat sekali; masih ada esok hari, bukan? Yah... aku memakainya semata-mata karena keren saja. Maklumlah, anak remaja yang masih mencari jati diri. Kalau orang tanya, apa motto hidupku, dengan bangga aku akan menjawab, “Carpe diem,” lalu o...

PADA PERSIMPANGAN JALAN

 PADA PERSIMPANGAN JALAN

 

Jalan di depan berkabut. Dokumen pribadi.

Kita akan berpisah.

Tapi, aku senang pernah berjumpa denganmu,

mengenalmu,

dan melangkah bersamamu...

hingga nanti pada persimpangan itu.

Kau akan kembali ke asalmu,

sementara aku tetap akan di sini,

berjaga bersama waktu.

Aku tidak pernah punya keberanian untuk berkunjung ke kotamu.

Mungkin nanti ketika aku telah selesai di sini.

Tapi, apakah nanti akan tiba?

Yang jelas, nanti adalah perkara perpisahan.

Jadi, selamat jalan.

 

Malang, 05 Desember 2022

Padmo Adi

Comments