KISAH PERANTAU DI TANAH YANG ASING

  KISAH PERANTAU DI TANAH YANG ASING   Pada suatu malam Sang Hyang bersabda, “Pergilah ke Timur, ke tanah yang Kujanjikan keluarlah dari kota ayahmu pergilah dari kota kakek moyangmu seperti halnya Isyana boyongan begitulah kamu akan mengenang moyangmu yang di Medang.”   Aku mengiya dalam kedalaman sembah-Hyang, sembari mengenang para leluhur, bapak dan eyang. Leluhurku adalah Sang Tiyang Mardika yang dengan kebebasannya menganggit sastra Jawa . Sementara eyang adalah pasukan Slamet Riyadi, ibunya Tumenggung, ayahnya Lurah! Bapak sendiri adalah pegawai negeri, guru sekolah menengah di utara Jawa Tengah.   Di sinilah aku sekarang, di tanah Wangsa Rajasa Tidak pernah aku sangka, tidak pernah aku minta Apa yang Kaumaui, Dhuh Gusti Pangeran mami ?! Apa yang Kaukehendaki kulakukan di tanah ini?   Belum genap semua terjawab, empat kali bumi kelilingi matahari! Pun baru purna enam purnama, saat aku tetirah di timur Singhasari, oh, aku

MUG YANG KAUDESAIN DENGAN GAMBAR WAJAHKU

MUG YANG KAUDESAIN DENGAN GAMBAR WAJAHKU

*kepada @miki_osanai (小山内 美喜)

 

 

Lihatlah, Miki...

mug yang kaudesain

dengan gambar wajahku

telah berisi burakku kohi!

Hidup nambah sehari

 

Apa yang buat orang

terus bertahan

tetap hidup

walau tanpa makna

dan nampak sia-sia?

Lihat,

Shinigami di malam hari

terlihat lebih memesona

 

Bagaimana aku bisa

mengajarkan cara berkata ya

pada hidup

pada semesta raya

dengan segenap gairah,

tawa, dan air mata,

yang disuling jadi aforisma?

 

Hidup manusia

palingan cuma delapan puluh

keliling bumi putari matahari

selebihnya sunyi

hingga tinggal jagad raya

menguap sendiri

atau koyak-moyak

atau balik mampat

untuk kemudian mendentum lagi

 

Kita cukup beruntung

boleh mengada

pada ruang-waktu

lalu berpuisi

ada yang menyanyi

ada yang menari

ada pula melukis sepi

tapi jangan mati

jangan dulu mati

sebelum delapan puluh kali

bumi kelilingi matahari

atau kala sel-selmu nyerah

tak mampu regenerasi

 

Tetaplah hidup,

bertahanlah...

 

Ah, kau tahu, Miki...

hari ini

aku sedih sekali,

satu mahasiswi mati

lompat bareng Shinigami...

 

Malang, 14 Desember 2023

Padmo Adi

Mug yang didesain oleh Osanai Miki untukku.


Comments