SINTA

SINTA Pada waktu SMA dulu Guru Sastra Inggris kami mengajak kami menonton film berjudul Dead Poets Society . Ada kata-kata dari film itu yang hingga kini masih terngiang di kepalaku. Bahkan, kata-kata itu pernah menjadi motto hidupku sewaktu remaja. Carpe diem . Seize the day . Bagaimana ya menerjemahkannya dalam Bahasa Indonesia? “Jangan sia-siakan hari ini,” mungkin begitu ya? Pada waktu itu punya motto dalam bahasa asing, apalagi Bahasa Latin, rasanya keren. Aku bikin stiker skotlet bertuliskan “ CARPE DIEM ” dengan warna merah mencolok, lalu aku tempelkan pada bagian samping belakang motor bebekku. Sejujurnya, waktu itu aku tidak begitu paham apa maksud dari kata-kata tersebut. Mengapa kita harus seize the day , di saat hari-hari berjalan dengan lambat sekali; masih ada esok hari, bukan? Yah... aku memakainya semata-mata karena keren saja. Maklumlah, anak remaja yang masih mencari jati diri. Kalau orang tanya, apa motto hidupku, dengan bangga aku akan menjawab, “Carpe diem,” lalu o...

ORANG-ORANG BARAT PADA PULAU PARA DEWA

 ORANG-ORANG BARAT PADA PULAU PARA DEWA

*kepada Hugo

 

Lukisan Sri Yesus Kristus bersama dengan Sri Krishna

setelah Tuhan mereka bunuh berkali-kali...

yang terjadi adalah kemanusiaan yang mati...

akhirnya menjelma jadi jiwa yang mengembara

di padang belantara... ke selatan, ke utara...

ke timur, ke barat... ke sana... entah ke mana...

mencoba menemukan Tuhan yang telah tiada

 

walaupun demikian, itu lebih baik bagi mereka

daripada mulut ngaku ikut Sang Lelaki Galilea

tapi membela anak ular beludak sampai mati

atau mewarnai semua dengan mejikuhibini

Ah, Hug, Barat itu arah terbenamnya matahari

bacalah Wahyu, semuanya sedang digenapi...

 

Malang, 07 Oktober 2024

Padmo Adi

Comments