SINTA

SINTA Pada waktu SMA dulu Guru Sastra Inggris kami mengajak kami menonton film berjudul Dead Poets Society . Ada kata-kata dari film itu yang hingga kini masih terngiang di kepalaku. Bahkan, kata-kata itu pernah menjadi motto hidupku sewaktu remaja. Carpe diem . Seize the day . Bagaimana ya menerjemahkannya dalam Bahasa Indonesia? “Jangan sia-siakan hari ini,” mungkin begitu ya? Pada waktu itu punya motto dalam bahasa asing, apalagi Bahasa Latin, rasanya keren. Aku bikin stiker skotlet bertuliskan “ CARPE DIEM ” dengan warna merah mencolok, lalu aku tempelkan pada bagian samping belakang motor bebekku. Sejujurnya, waktu itu aku tidak begitu paham apa maksud dari kata-kata tersebut. Mengapa kita harus seize the day , di saat hari-hari berjalan dengan lambat sekali; masih ada esok hari, bukan? Yah... aku memakainya semata-mata karena keren saja. Maklumlah, anak remaja yang masih mencari jati diri. Kalau orang tanya, apa motto hidupku, dengan bangga aku akan menjawab, “Carpe diem,” lalu o...

TAK LAGI DEKAT MEZBAH ALLAH

TAK LAGI DEKAT MEZBAH ALLAH

 

Tubuh Tuhan dikonsekrasikan. Dokumen Pasukan Komsos Singosari.

Sebenarnya aku ini terlanjur ajur

remuk dan terkutuk

Bayang maut yang merenggut

menjelma jadi takut

 

Bapak tidak genap empat lima

 

Kupunguti pecahan diriku

yang berserakan di jalanan

Aku tak nemu kedamaian

di dalam gereja Tuhan

 

Lucunya, belasan tahun silam

rasa yang sama pernah melanda

Namun, kini aku lebih bisa nerima

 

Kubawa puing-puing itu

dan kurangkai laksana kain perca

 

Mungkin ada baiknya

aku tak lagi dekat mezbah Allah

Tempatku jelas bukan sekitar altar

Tempatku tidak di atas mimbar

Tempatku ada di belakang layar

di sudut sujud, penuh kemelut

 

Dosa-dosa kuhitung

Doa-doa membubung

 

Ah...

biarlah aku mengabadikan

kejadian keajaiban

Tubuh dan Darah Tuhan

dikonsekrasikan

 

Aku rindu

makan Daging Tuhan!

dan minum Darah-Nya!

 

Sungguh aku tak layak

Tuhan manunggal padaku

Namun, bersabdalah saja,

maka diriku akan utuh

 

Malang, 25 November 2025

Padmo Adi


Comments

Post a Comment