SEBUAH BINTANG JATUH DI ATAS MAKAM

SEBUAH BINTANG JATUH DI ATAS MAKAM * kepada N   Sebuah bintang jatuh di atas makam, pusara ayahnya jadi bunga yang segera layu remuk   dia dihancurkan rayu menawarkan cinta palsu oleh yang berseragam sang idaman mertua yang seharusnya menjaga tapi malah justru memperkosa melecehkan menghamili tanpa persetujuan dan tanpa pertanggungjawaban lalu membuatnya membunuh benihnya sendiri berkali-kali   yang melahirkan kebudayaan dipaksa mengugurkan janinnya demi kehormatan seseorang berseragam   dari atas makam itu api amarah bergelora membakar neraka membakar surga bumipun berkobar yang maya membara   keadilan diteriakkan seragam cokelat koyak jadi warna jingga di balik rangka baja   tapi kisah ini hanya simptom saja dari suatu kengerian yang terlanjur membanal   Jangan hanya menutupi vagina dengan dalih melindunginya Lalu menyalah-nyalahkannya ketika terluka. Tapi justru kita perlu memberadabkan penis-penis

ALLAH SUDAH MATI

ALLAH SUDAH MATI
(Untuk menghormati sekaligus mengecam mendiang Friedrich Nietzsche!!!)

Aku mencari Allah... .
Di mana Allah? Di mana Allah?

Aku beri tahu
Allah sudah mati
Kita sudah membunuh-Nya
Kita... aku dan engkau

Bagaimana kita membunuh-Nya?
Kita mencincang-Nya
Menyesah-Nya
Menguliti-Nya
Kita menepikan-Nya dari kehidupan kita
Kita menihilkan-Nya

Tanpa Allah
kita akan bebas
tidak ada lagi peraturan
yang membelenggu

Tapi kita akan kebingungan
Apa yang harus kita perbuat
dalam kebebasan absolut itu?

Segalanya akan sia-sia
Sia-sia...
tanpa makna
sebab kita pun akan mati pula

Sssssst... .
Hey... ada suara...
warta berita...

Hey... Allah hidup lagi
Allah telah bangkit!!!
Kita bukan lagi pembunuh
Sebab yang kita bunuh
telah bangkit hidup lagi

Lalu... apa artinya ini
bagiku... bagimu... bagi kita?

Aku tak menemukan Allah di sini
Karena Allah memang tak lagi mati di sini
Allah telah bangkit di suatu tempat
Aku harus segera pergi
mencari Allah
di tempat lain
tidak di sini

Allah...
Allah...
di mana Allah?

Jogja, 08 April 2009 (Prapaska)
Jean-Paul Padmo (Kalong Gedhe)

Comments

  1. Eits... jangan salah sangka dulu ya... . Hanya menelaah filsafat Nietzsche secara puitis sekaligus mengkritisinya. Terima kasih ;)

    ReplyDelete
  2. nek jeru-jeru lehku mikir isa stress tepan aku..haha :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha...
      aja dipikir,
      dirasakke wae, hehe...

      Delete

Post a Comment