PESTA SUNYI OLIGARKI

  PESTA SUNYI OLIGARKI   Tim Kamboja, Garda Akhir RS Brayat Minulya memberi penghormatan terakhir dan doa kepada jenazah korban covid19. Begajah, Sukoharjo, Jawa Tengah. Foto dari Antonius Suhartanto. Matahari pagi membakar orang-orang renta yang memohon hidup darinya Pada lorong-lorong rumah sakit banyak orang keleleran menolak mati B anyak juga orang meregang nyawa sendiri di rumah tanpa sempat melolong minta tolong Ambulan-ambulan mulai lunglai, tak lagi kuat mengantar tubuh-tubuh dan bangkai   Sementara itu di jalanan-jalanan kota, aku melihat wajah-wajah oligarki menjual diri pada baliho-baliho besar-besar sembari menulis nama lengkap dan empat angka : 2024   Aku ingin meludah ! Di saat kita dilanda nestapa... bernapas tak bisa, perut juga meronta! Aku ingin muntah ! Di saat maut mengepung laksana sekawanan serigala... pergi keluar mati dicekik korona tetap di rumah mati kelaparan nasi tiada   Kita ditinggalkan mati sendiri

An Autumn Friday

An Autumn Friday
(special for my Beloved Sweety Tweety)

When the crescent smiles
and the autumn wind blows
you will see me flying
to your arms like arrows

An autumn Friday
is a free-day
to fly away
on the free-way

The curtain of the night
is nothing but alright
for I dread not
Seeing you is my plot

An autumn Friday
is a free-day
to fly away
on the free-way

Miles away we’re apart
Thousand steps I belong to
Yet you’re here in my heart
Burning a single step to do

An autumn Friday
is a free-day
to fly away
on the free-way

Seeing you is a revolution
but it is not a rebellion
and it needs an evolution
that gently we’re in union

bank of Jakal, September 1st, 2009
Padmo “Kalong Gedhe” Adi

Comments