SEBUAH BINTANG JATUH DI ATAS MAKAM

SEBUAH BINTANG JATUH DI ATAS MAKAM * kepada N   Sebuah bintang jatuh di atas makam, pusara ayahnya jadi bunga yang segera layu remuk   dia dihancurkan rayu menawarkan cinta palsu oleh yang berseragam sang idaman mertua yang seharusnya menjaga tapi malah justru memperkosa melecehkan menghamili tanpa persetujuan dan tanpa pertanggungjawaban lalu membuatnya membunuh benihnya sendiri berkali-kali   yang melahirkan kebudayaan dipaksa mengugurkan janinnya demi kehormatan seseorang berseragam   dari atas makam itu api amarah bergelora membakar neraka membakar surga bumipun berkobar yang maya membara   keadilan diteriakkan seragam cokelat koyak jadi warna jingga di balik rangka baja   tapi kisah ini hanya simptom saja dari suatu kengerian yang terlanjur membanal   Jangan hanya menutupi vagina dengan dalih melindunginya Lalu menyalah-nyalahkannya ketika terluka. Tapi justru kita perlu memberadabkan penis-penis

UNTUK ANAK KAMI

UNTUK ANAK KAMI

Nak, sekarang tanggal 14 Desember 2012
dua hari sejak fenomena 12-12-'12
Namun, engkau memilih lahir hari ini
bukan tepat pada tanggal fenomenal itu

Kemarin lusa banyak orang tua memaksa kehendaknya
agar anak mereka lahir tepat pada tanggal langka itu
Aku sendiri tak mampu membayangkan...
mungkin diurut...
atau mungkin dibedah rahimnya...

Lalu, kau tahu, Nak...
teman-temanmu yang masih merah
dan belum siap lahir itu
dimasukkan inkubator
sebagai ganti hangat rahim ibu
Sebuah harga yang dibayar
untuk lahir pada tanggal istimewa

Suatu hari nanti mereka mungkin akan bangga
dan kau pun akan bertanya-tanya,
mengapa kamu lahir dua hari setelahnya?
Apakah kami tak memiliki cukup uang
untuk sekadar membedah perut ibumu
dan mengangkatmu yang masih merah
untuk dimasukkan ke inkubator itu?
Tidak, Nak... kami memiliki cukup uang...

Lalu, mungkin kau pun akan bertanya
dari satu mengapa ke mengapa yang lain
sekadar untuk mendapat jawaban
mengapa kamu lahir dua hari setelahnya...

Nak...
memang engkau adalah darah daging kami
buah cinta kami
setelah manunggal jiwa-raga...
tapi kau bukan properti kami...
kau adalah pribadi
dan sebagai pribadi, engkau bebas
Kami tak ingin memaksakan kehendak
Kami biarkan alam mengambil bagiannya
biarlah engkau memilih kapan kau akan lahir
sebab, engkau lahir sebagai seorang merdeka

Anak kami...
selamat datang di dunia ini.

*untuk anak-anak yang lahir pada hari ini
Surakarta, 14 Desember 2012
Padmo Adi


Comments