SEBUAH BINTANG JATUH DI ATAS MAKAM

SEBUAH BINTANG JATUH DI ATAS MAKAM * kepada N   Sebuah bintang jatuh di atas makam, pusara ayahnya jadi bunga yang segera layu remuk   dia dihancurkan rayu menawarkan cinta palsu oleh yang berseragam sang idaman mertua yang seharusnya menjaga tapi malah justru memperkosa melecehkan menghamili tanpa persetujuan dan tanpa pertanggungjawaban lalu membuatnya membunuh benihnya sendiri berkali-kali   yang melahirkan kebudayaan dipaksa mengugurkan janinnya demi kehormatan seseorang berseragam   dari atas makam itu api amarah bergelora membakar neraka membakar surga bumipun berkobar yang maya membara   keadilan diteriakkan seragam cokelat koyak jadi warna jingga di balik rangka baja   tapi kisah ini hanya simptom saja dari suatu kengerian yang terlanjur membanal   Jangan hanya menutupi vagina dengan dalih melindunginya Lalu menyalah-nyalahkannya ketika terluka. Tapi justru kita perlu memberadabkan penis-penis

Hatiku adalah Samudera yang Menggelora

Hatiku adalah Samudera yang Menggelora

Kartika, kamu tahu, di semesta raya ini ada banyak perempuan ayu
dan memang kamu bukanlah yang pertama kucintai
serta di luar sana ada banyak gadis yang pernah kutaksir
tetapi, hanya kamu yang ada di hatiku... hanya kamu yang aku cinta
Hanya kamu yang mampu membuatku berani mengucap sumpah setia

Setiap puisi yang kubuat, setiap naskah yang kubuat, bahkan skripsi itu
terbit dan memancar dari sebuah mata air cinta yang berasal dari wajahmu
Perjumpaanku dengan wajahmu menggugat kebebasanku!
Serta-merta aku merasa bertanggung jawab atas hidup ini...
Aku harus mempertanggungjawabkan cintaku kepadamu sebelum mati nanti

Kemarin aku mengayuh sepedaku menyusuri jalan yang berliku
Hingga tibalah aku pada suatu pantai, batas bibir pulau ini di selatan
dan aku duduk menyaksikan deru ombak itu mengulum bibir pantai
Menggebu!

Kartika, seperti itulah kerinduanku kepadamu
Hatiku adalah samudera yang menggelora
bergulung-gulung dan menderu
mencumbu pantai hatimu
lalu berbuih
dan membawa kembali segala kenangan ke kedalaman
untuk kembali menjadi puisi
atau rayuan cinta...
untukmu

15 Agustus 2013

Padmo “Kalong Gedhe” Adi

Comments

  1. Keren "Aku harus mempertanggungjawabkan cintaku kepadamu sebelum mati nanti"
    mau diajarin nulis dong massss :D

    ReplyDelete

Post a Comment