MUG YANG KAUDESAIN DENGAN GAMBAR WAJAHKU

MUG YANG KAUDESAIN DENGAN GAMBAR WAJAHKU * kepada @miki_osanai ( 小山内 美喜 )     Lihatlah, Miki... mug yang kaudesain dengan gambar wajahku telah berisi burakku kohi ! Hidup nambah sehari   Apa yang buat orang terus bertahan tetap hidup walau tanpa makna dan nampak sia-sia? Lihat, Shinigami di malam hari terlihat lebih memesona   Bagaimana aku bisa mengajarkan cara berkata ya pada hidup pada semesta raya dengan segenap gairah, tawa, dan air mata, yang disuling jadi aforisma?   Hidup manusia palingan cuma delapan puluh keliling bumi putari matahari selebihnya sunyi hingga tinggal jagad raya menguap sendiri atau koyak-moyak atau balik mampat untuk kemudian mendentum lagi   Kita cukup beruntung boleh mengada pada ruang-waktu lalu berpuisi ada yang menyanyi ada yang menari ada pula melukis sepi tapi jangan mati jangan dulu mati sebelum delapan puluh kali bumi kelilingi matahari atau kala sel-sel

Jawa Krama

Jawa Krama

Sudah banyak yang menduga
bahwa struktur Bahasa Jawa
di mana ada Ngoko dan Krama
bukanlah merupakan warisan Jawa Lama.

Akan tetapi, pandangan yang sebaliknya
justru begitu kuat mengakar di Solo-Jogja
bahwa menjadi manusia adalah menjadi “Jawa”
dan, menjadi “Jawa” adalah wajib berbahasa Krama.

Kita bisa mendiskusikan persoalan bahasa ini melalui filologi.
Tetapi, karena bahasa tidak pernah bebas nilai,
kita bisa melihat fenomena ini sebagai suatu hegemoni
agar pandangan dan kuasa Mataram masih mendominasi.

Ke Timur kini aku pergi
tentu dengan membawa kebanggaan seorang Surakarta
juga dengan segala asumsi
bahwa orang-orang Bang Wetan itu tak bisa Bahasa Krama.

Maka, berbicaralah aku dengan Bahasa Ngoko.
Kuharap dengan itu aku bisa menghormati orang Bang Wetan,
sebab berbahasa Krama mungkin adalah sebuah penyiksaan.
Namun, apa yang kudapat?
Dengan Bahasa Krama mereka menjawab!
Juga orang-orang Tengger itu...
walau tentu dengan logat khas setempat.

Apa yang terjadi?
Aku tak mampu memeri.
Jelasnya aku kecut hati
Sebab keliru itu segala asumsi

Malang, 30 November 2013
Padmo Adi (@KalongGedhe)

Comments