SEBUAH BINTANG JATUH DI ATAS MAKAM

SEBUAH BINTANG JATUH DI ATAS MAKAM * kepada N   Sebuah bintang jatuh di atas makam, pusara ayahnya jadi bunga yang segera layu remuk   dia dihancurkan rayu menawarkan cinta palsu oleh yang berseragam sang idaman mertua yang seharusnya menjaga tapi malah justru memperkosa melecehkan menghamili tanpa persetujuan dan tanpa pertanggungjawaban lalu membuatnya membunuh benihnya sendiri berkali-kali   yang melahirkan kebudayaan dipaksa mengugurkan janinnya demi kehormatan seseorang berseragam   dari atas makam itu api amarah bergelora membakar neraka membakar surga bumipun berkobar yang maya membara   keadilan diteriakkan seragam cokelat koyak jadi warna jingga di balik rangka baja   tapi kisah ini hanya simptom saja dari suatu kengerian yang terlanjur membanal   Jangan hanya menutupi vagina dengan dalih melindunginya Lalu menyalah-nyalahkannya ketika terluka. Tapi justru kita perlu memberadabkan penis-penis

Ada Namamu pada Cincinku

Ada Namamu pada Cincinku
*Kartika

Ada namamu pada cincinku
            “Kartika”
Cincin itu selalu kukenakan
melingkari ibu jari kiri
Ke manapun aku pergi,
cincin itu selalu menemani
sebagai tanda kauselalu di hati

Sungguh aku rindu padamu,
            Kartika
Tapi kaubegitu jauh di Batavia
kota yang kubenci setengah mati.
Setelah beberapa kali kuberanikan diri ke sana
menjumpaimu di Kota Pelacur Tua...
kali ini aku kehabisan nyali

Ah, sungguh pengecut aku ini,
            Kartika
Di manakah kenekatanku?
semakin bertambah usia
semakin perhitungan saja
Mungkin setelah semua ini...
Mungkin setelah tiada perkara di Jogja

Ada namamu pada cincinku
            “Kartika”
bagiku kita sudah satu
langit dan bumilah saksinya
Cintaku melampaui ruang dan waktu
dan kauselalu hadir,  ada di sisiku
melampaui realita Jog-Jakarta!

tepi Jakal, 15 Maret 2014
Padmo Adi

Comments