SEBUAH BINTANG JATUH DI ATAS MAKAM

SEBUAH BINTANG JATUH DI ATAS MAKAM * kepada N   Sebuah bintang jatuh di atas makam, pusara ayahnya jadi bunga yang segera layu remuk   dia dihancurkan rayu menawarkan cinta palsu oleh yang berseragam sang idaman mertua yang seharusnya menjaga tapi malah justru memperkosa melecehkan menghamili tanpa persetujuan dan tanpa pertanggungjawaban lalu membuatnya membunuh benihnya sendiri berkali-kali   yang melahirkan kebudayaan dipaksa mengugurkan janinnya demi kehormatan seseorang berseragam   dari atas makam itu api amarah bergelora membakar neraka membakar surga bumipun berkobar yang maya membara   keadilan diteriakkan seragam cokelat koyak jadi warna jingga di balik rangka baja   tapi kisah ini hanya simptom saja dari suatu kengerian yang terlanjur membanal   Jangan hanya menutupi vagina dengan dalih melindunginya Lalu menyalah-nyalahkannya ketika terluka. Tapi justru kita perlu memberadabkan penis-penis

Pesan untuk Anak Lelakiku

Pesan untuk Anak Lelakiku

Wahai anak lelakiku,
yang kudamba sedari masa muda
yang kumohon sejak aku remaja,
dengarkan nasihatku, dengarlah...

Engkau dilahirkan untuk mengubah dunia
Beranilah bermimpi
Cari petualangan untuk dijalani
Cari pertempuran untuk diperjuangkan
Temukan keindahan untuk dilindungi

Sebagai lelaki sejati
ada tiga perkara untuk dicintai
Cintai Tuhanmu
Cintai bangsamu
Cintai perempuanmu

Namun, ingatlah
jangan pernah menawarkan kekuatan cinta
sebelum kauraih di medan pertempuran
sebelum kaurasa dalam petualangan

Bagaimana mungkin kautawarkan
yang tak pernah kaumiliki dan raih?

Ketika kautawarkan cinta pada perempuan,
sebelum pernah kauraih di medan pertempuran
dan sebelum pernah kaurasakan dalam petualangan,
percayalah Nak,
sebenarnya kauhanya mengemis cinta padanya.
Dan, itu memalukan!!!

Ketika kautawarkan cinta pada perempuan,
setelah kauraih di medan pertempuran
dan setelah kaurasakan dalam petualangan
namun penolakan yang kaudapatkan
pergilah dengan dada masih penuh kehormatan

Tepi Jakal, 13 Maret 2011
Padmo “Kalong Gedhe” Adi

Comments