SAMBUTAN KETUA PELAKSANA PKKMB FIB UB TERAS BUDAYA 2025 Pembukaan PKKMB “Teras Budaya FIB UB 2025 – ARUNA KARSA”

    SAMBUTAN KETUA PELAKSANA PKKMB FIB UB TERAS BUDAYA 2025 Pembukaan PKKMB “Teras Budaya FIB UB 2025 – ARUNA KARSA” Lapangan Parkir Atsiri UB. Kamis, 14 Agustus 2025 PKKMB Teras Budaya FIB UB 2025 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, Rahayu, Berkah Dalem, Yang saya hormati: Dekan Fakultas Ilmu Budaya Para Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya Para Ketua dan Sekretaris Departemen,  Ketua Program Studi, pimpinan unit dan tenaga kependidikan FIB Segenap Dosen dan Tendik FIB Seluruh panitia pelaksana Teras Budaya 2025 Dan yang saya kasihi, mahasiswa baru Fakultas Ilmu Budaya, ARUNA KARSA 17 . Selamat pagi! Pada pagi hari ini layak kita mengucap syukur kepada Tuhan yang Mahaesa, sebab kita masih diberi rahmat kesehatan dan berkat kehidupan, sehingga kita sepagi ini dapat berkumpul di lapangan parkir Atsiri, untuk menjalani giat PKKMB Teras Budaya 2025. Tatkala Kaprodi saya, Mas Doni, memberi tahu bahwa saya telah dipili...

PANCASILA SEBAGAI PHILOSOPHISCHE GRONSLAG (WELTANSCHAUUNG)

PANCASILA SEBAGAI PHILOSOPHISCHE GRONSLAG (WELTANSCHAUUNG)
-Padmo Adi-

Soekarno secara eksplisit di dalam pidato 1 Juni 1945 menyebut Pancasila sebagai Philosophische Grondslag, sebab memang Pancasila dirumuskan untuk menjadi pandangan hidup dasariah atau dasar filosofis dari Negara Indonesia Merdeka. Di atas fundamen Pancasila inilah didirikan Negara Indonesia “merdeka dan kekal abadi”. Jerman punya Nazisme, USSR punya Marxisme-Komunisme, Saudi Arabia punya Islam-wahabisme, Jepang punya Tenno Koodoo Seishin, Republik Tiongkok punya San Min Chu I, Indonesia merdeka punya apa? Indonesia punya Pancasila.

Bukan hanya sebagai dasar filosofis Indonesia Merdeka, Pancasila adalah Dasar Negara:
a.       dasar berdiri dan tegaknya negara
b.      dasar kegiatan penyelenggaraan negara
c.       dasar partisipasi warga negara
d.      dasar pergaulan antara warga negara
e.       dasar dan sumber dari segala sumber hukum nasional

Sebagai Philosophische Grondslag atau Weltanschauung, Pancasila akhirnya menjadi ideologi nasional Indonesia. Sebagai ideologi, Pancasila memuat gagasan tentang bagaimana seharusnya Bangsa Indonesia mengelola kehidupannya. Walaupun demikian, Pancasila bukanlah merupakan suatu ideologi yang tertutup. Setiap ideologi tertutup selalu bersifat totaliter. Rumusan-rumusan Pancasila tidak langsung operasional sebagaimana ideologi totaliter, sehingga Pancasila selalu memerlukan penafsiran ulang sesuai perkembangan zaman.

Soekarno pernah berkata, “Tidak ada satu Weltanschauung dapat menjadi kenyataan, menjadi realiteit, jika tidak ada perjuangan!”

(Floriberta Aning (ed.), 2006, Pidato Soekarno 1 Juni 1945, dalam buku Lahirnya Pancasila, Kumpulan Pidato BPUPKI, Yogyakarta: Penerbit Media Pressindo, 116, 126-130)
(Bambang Suteng Sulasmono, 2015, Dasar Negara Pancasila, Yogyakarta: Kanisius, 68-73)
(Baskara T. Wardaya, SJ., 2009, Bung Karno Menggugat!: Dari Marhaen, CIA, Pembantaian Massal ’65 hingga G30S, edisi revisi, Yogyakarta: Galangpress, 194)

Comments