SINTA

SINTA Pada waktu SMA dulu Guru Sastra Inggris kami mengajak kami menonton film berjudul Dead Poets Society . Ada kata-kata dari film itu yang hingga kini masih terngiang di kepalaku. Bahkan, kata-kata itu pernah menjadi motto hidupku sewaktu remaja. Carpe diem . Seize the day . Bagaimana ya menerjemahkannya dalam Bahasa Indonesia? “Jangan sia-siakan hari ini,” mungkin begitu ya? Pada waktu itu punya motto dalam bahasa asing, apalagi Bahasa Latin, rasanya keren. Aku bikin stiker skotlet bertuliskan “ CARPE DIEM ” dengan warna merah mencolok, lalu aku tempelkan pada bagian samping belakang motor bebekku. Sejujurnya, waktu itu aku tidak begitu paham apa maksud dari kata-kata tersebut. Mengapa kita harus seize the day , di saat hari-hari berjalan dengan lambat sekali; masih ada esok hari, bukan? Yah... aku memakainya semata-mata karena keren saja. Maklumlah, anak remaja yang masih mencari jati diri. Kalau orang tanya, apa motto hidupku, dengan bangga aku akan menjawab, “Carpe diem,” lalu o...

Antara Yogya-Surabaya

Antara Yogya-Surabaya
*kepada Ardit Generasi Biru

Terima kasih atas lagu-lagu Slank
yang kaukopikan padaku
bertahun-tahun lalu

Terima kasih atas naungan
yang kauberikan malam ini
hingga aku boleh rebah
menerima segala kalah

Kita punya cerita konyol masa muda
Kisah kami para mantan biarawan
dan kau yang datang dari Surabaya
Seakan baru kemarin terjadi di Yogya

Besok aku akan pulang ke Surakarta
Entah apakah Malang kembali datang
Entah apa Yogya kembali mengundang
Kini aku terlindung pelukan Surabaya

Surabaya, 14 Desember 2018
Padmo Adi

Comments