BADAI BUNGAKU TAIKAI 2024 - MIZU NO OTO

[BADAI BUNGAKU TAIKAI 2024 - MIZU NO OTO] 皆さん、こんにちは! ✨ Pada kesempatan kali ini, Program Studi Sastra Jepang Universitas Brawijaya dengan bangga mempersembahkan: Humanities Studies Competition: Badai Bungaku Taikai 2024 Kegiatan ini merupakan lomba berskala nasional yang dapat diikuti oleh seluruh mahasiswa D3, D4, dan S1 seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia. Adapun beberapa kompetisi yang diperlombakan pada kesempatan kali ini adalah sebagai berikut: - Lomba Tanka - Lomba Shodou - Lomba Esai tentang Jepang (dalam bahasa Indonesia) - Lomba Happyou (Presentasi) - Lomba Kamishibai (Cerita Bergambar) 📆 Timeline: 24 April - 15 Mei: Publikasi dan pengumpulan karya 16 Mei - 27 Mei: Penilaian dan penjurian 30 Mei: Pengumuman pemenang (daring) Buku panduan dapat diakses melalui: bit.ly/BukpanBBT24  📞 Narahubung: Tanka: +62 882-9794-1507 (Ryan) Esai: +62 859-5606-4149 (Haikal) Shodou: +62 819-1488-8286 (Dio) Happyou: +62 851-5634-0019 (Aus) Kamishibai: +62 812-1642-0528 (Caecilia)  

KEKASIHKU, MAAFKAN AKU YANG SIA-SIA


KEKASIHKU, MAAFKAN AKU YANG SIA-SIA
*kepada Kartika Indah Prativi

Kekasihku,
maafkan aku yang sia-sia
Aku patah digempur realita
Tapi selalu kusyukuri cintamu

Kekasihku,
manusia adalah kesepian dalam keramaian
kita selalu didefinisikan oleh Liyan
Kadang mereka benar, acap kali keliru

Kekasihku,
kita kini tidak lagi berdua
Ada bocah hampir dua tahun di antara
juga janin muda di rahimmu

Betapa aku sungguh mencintai kalian
Tapi bagaimana aku harus membuktikan?
Ijazah itu belum juga bisa jadi jaminan
Walau sepuluh tahun kuliah tak pernah kusesalkan

Dalam hidupku, sepuluh tahun itu adalah waktu terdahsyat
Melebihi petualangan dua ribu kilometer ke Andalas
Betapa aku takkan pernah melupakannya sepanjang hayat
Jiwa muda yang senantiasa bergerak dengan bebas

Namun, Kekasihku,
aku tidak bisa menggambarkan dengan jelas
realita mana yang meremukkanku dengan keras
Mungkin aku yang naif, atau memang Raden Rara itu

Yang jelas, aku merasa kesepian, tanpa asa
Ketika amarah ini bangkit, semua jadi tambah sunyi
tentang diriku yang dungu hingga terperdaya
dan tentang seorang teman yang selalu menghakimi

Setidaknya, aku masih memiliki kamu
aku masih memiliki seorang Ramanjaya
juga janin muda yang belum kita beri nama
Dan Malang? Kiranya kalianlah alasanku

Surakarta Utara, 11 November 2018
Padmo Adi

Comments