SINTA

SINTA Pada waktu SMA dulu Guru Sastra Inggris kami mengajak kami menonton film berjudul Dead Poets Society . Ada kata-kata dari film itu yang hingga kini masih terngiang di kepalaku. Bahkan, kata-kata itu pernah menjadi motto hidupku sewaktu remaja. Carpe diem . Seize the day . Bagaimana ya menerjemahkannya dalam Bahasa Indonesia? “Jangan sia-siakan hari ini,” mungkin begitu ya? Pada waktu itu punya motto dalam bahasa asing, apalagi Bahasa Latin, rasanya keren. Aku bikin stiker skotlet bertuliskan “ CARPE DIEM ” dengan warna merah mencolok, lalu aku tempelkan pada bagian samping belakang motor bebekku. Sejujurnya, waktu itu aku tidak begitu paham apa maksud dari kata-kata tersebut. Mengapa kita harus seize the day , di saat hari-hari berjalan dengan lambat sekali; masih ada esok hari, bukan? Yah... aku memakainya semata-mata karena keren saja. Maklumlah, anak remaja yang masih mencari jati diri. Kalau orang tanya, apa motto hidupku, dengan bangga aku akan menjawab, “Carpe diem,” lalu o...

PESAN UNTUK SURAKARTA

 PESAN UNTUK SURAKARTA

 

Kleca, batas barat Surakarta
Dokumen pribadi

Melihatmu dari kejauhan.
Maaf, aku tidak mudik lagi tahun ini... Surakarta.
Untuk kebaikan kita bersama.
Sampai jumpa tahun depan;
semoga wabah ini segera sirna.
Tetaplah hidup... tetaplah bertahan.
Aku mencintaimu.
Jagalah Komplang, Nusukan, dan Tirtonadi untukku;
ke sanalah aku suatu hari nanti menuju,
ketika rindu menggebu.
Dan Pasar Gedhe serta Kampung Sewu... abadilah kuahmu!!!

 

09 Mei 2021

Padmo Adi

Comments