RAKYAT MENGGUGAT

  RAKYAT MENGGUGAT   Jangan ragukan nasionalisme kami! Sungguh, kami cinta negeri ini. Aku melihat orang-orang bersemangat kibarkan bendera tengkorak bertopi jerami sebab mereka telah jenuh jadi melarat hanya ingin sila lima kembali ke negeri   Aku melihat pengurus negara dan aparat menjadi gerah dan tersinggung penuh umpat bendera tengkorak bertopi jerami itu keparat Mengibarkannya berarti menggugat daulat!   Padahal itu bendera cuma dari kartun belaka Dikibarkan pada kapal oleh bajak laut fiksi Namun, kisahnya berhasil menginspirasi kita Kakisto-klepto takut tengkorak bertopi jerami   Seni fiksi tak selalu melulu manis romantis sesekali perlu jadi gugatan dan ledakan Fungsi seni sastra memang tidak pragmatis justru tajam bicara perkara kemanusiaan   Berkibarlah bendera tengkorak bertopi jerami Merah-putih telanjur direduksi jadi ancaman Si cokelat lupa di baliknya ada mimpi demokrasi Si hijau alpa maknanya...

SELAMAT TINGGAL, AYU

 SELAMAT TINGGAL, AYU*

 

Di suatu pagi aku terbangun

Oh selamat tinggal, Ayu... selamat tinggal!

Di suatu pagi aku terbangun

Orba t’lah bangkit lagi!

 

Ya Reformasi, bawaku pergi

Oh selamat tinggal, Ayu... selamat tinggal!

Ya Reformasi, bawaku pergi

kurasa maut menjelang

 

Dan nanti jika kutelah mati

Oh selamat tinggal, Ayu... selamat tinggal!

Dan nanti jika kutelah mati

‘kau harus kubur aku

 

Kuburkan aku di atas bukit

Oh selamat tinggal, Ayu... selamat tinggal!

Kuburkan aku di atas bukit

di bawah naungan bunga

 

Orang-orang yang akan lewat

Oh selamat tinggal, Ayu... selamat tinggal!

Orang-orang yang akan lewat

kagumi bunga itu

 

Ya inilah bunga Reformasi

Oh selamat tinggal, Ayu... selamat tinggal!

Ya inilah bunga Reformasi

mati untuk merdeka

 

*disadur dengan bebas dari lagu Bella Ciao,

lagu antifasisme dari Italia

 

Singosari, 17 Februari 2024

@KalongGedhe

Comments

  1. Jare, sistem pemerintahan kui pancen berputar... Mungkin Saiki puterane wes mbalik Nang orba...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rezim Sukarno 20 tahun, Orba 32 tahun, mosok era Reformasi mung 25 tahun?! Donya ora adil!

      Delete

Post a Comment